Dilanjutkan dengan Clarisa

1143 Kata
Entah bagaimana awal mulanya, tiba-tiba tubuh Wira dan Cindy pun mulai saling menindih di atas kasur yang empuk, saling mencurahkan rasa cinta yang penuh dengan nafsu. Cindy tidak sadar Kenapa dirinya bisa Serela itu menyerahkan kehormatan kepada pria yang baru saja ia kenal tadi pagi. Mungkin kekayaan yang dimiliki oleh Wira mulai menggelapkan mata, sehingga dia terlarut dalam permainan sang CEO yang selalu menjelajahi dan menikmati setiap perempuan yang ia temui. Deru nafas terus memburu bersahutan dengan kenikmatan yang mereka rasakan, saling bergerombol melumat mencurahkan isi hati satu sama lain melewati sentuhan-sentuhan yang diberikan. Wira yang tadi pagi sempat takut kalau dirinya akan mengalami kelumpuhan, sekarang sudah nampak baik-baik saja terlarut dalam nafsu yang sudah membakar jiwa, menerbangkannya ke antariksa. setiap perempuan yang ia gauli memberikan sensasi yang berbeda membuat dirinya semakin bersemangat untuk terus menikmati tubuh Cindy. Kira-kira sejam berlalu, permainan Mereka pun selesai dengan tubuh yang terbaring, merasa lemah setelah bertarung begitu hebat. Cindy menutupi tubuhnya dengan selimut, dari sudut matanya terlihat cairan bening seolah tidak percaya kalau dirinya sudah melepaskan kesucian dengan pria yang baru saja ia temui, tanpa mengetahui jelas Apakah pria itu benar-benar mencintainya atau hanya memanfaatkan dan ingin menikmati tubuh tidak memiliki perasaan cinta. "Kamu kenapa menangis?" tanya Wira yang menatap heran ke arah wajah Cindy yang terbaring di hadapannya. Cindy tidak menjawab, Dia hanya membalikkan tubuh membelakangi Wira, seolah merasa jijik dengan apa yang sudah Ia berikan kepada orang yang bukan suaminya. "Halah pakai pura-pura menangis segala, Mending kalau kamu masih perawan. ini sudah bekas orang lain." gumam hati Wira yang mencibir namun dia bukanlah pemain yang baru lahir kemarin sore, Wira adalah pemain perempuan yang sangat handal. dengan penuh kelembutan dia pun memeluk Cindy dari belakang. "Kamu tidak usah bersedih, aku bukan pria bodoh yang tidak tahu bertanggung jawab. aku akan secepatnya menikahimu?" jurus Wira yang selalu dikeluarkan ketika dia berhubungan dengan orang yang belum sering melakukan hal yang demikian. Kecupan lembut ia daratkan di tengkuk gadis yang sudah Ia tiduri, memberikan ketenangan-ketenangan dan harapan-harapan bahwa Cindy akan menjadi ratu di dalam kehidupannya, membuat Gadis itu yang semula menangis kembali menghadapkan tubuhnya menatap lekat, Solah ingin yakin bahwa perkataan itu adalah perkataan yang sejujur-jujurnya. "Apakah Perkataanmu bisa dipercaya, kamu mau menikahiku?" tanya Cindy dengan suara parau, wajahnya yang sendu memenuhi wajah Wira yang terbaring menatap wajahnya. "Aku bukan orang lain Kamu sudah tahu di mana tempat aku tinggal, kalau ada sesuatu yang kamu tidak percaya, kamu bisa secepatnya mendatangi rumahku. aku berkata demikian dengan kesungguhan hati yang paling dalam, bahwa Kamulah wanita yang sangat cantik dan baik terhadapku." jawab Wira sambil mengecup lembut kening gadis itu, menyeka air mata yang membasahi pipi. Mendengar pengakuan Wira untuk kesekian kalinya akhirnya hati Cindy pun mulai sedikit tenang, dia memeluk tubuh pria gagah nan atletis itu, dengan pelukan yang sangat erat mengisyaratkan bahwa dirinya benar-benar tidak ingin kehilangan. "Sekarang kamu istirahat dulu, aku mau mandi." pinta Wira yang dengan perlahan melepaskan pelukan. "Emangnya kamu mau ke mana?" "Tidak akan kemana-mana, Aku hanya ingin tubuhku segar kembali, supaya kamu tidak jijik ketika berdekatan denganku." jawab Wira sambil mengecup kembali kening gadis yang baru ia temui tadi pagi. Cindy pun mengulum senyum, kemudian dia melepaskan pelukannya membiarkan Wira untuk bangkit dari tempat tidur. matanya menatap ke arah langit-langit yang dihiasi oleh dekor yang sangat indah, khayalannya mulai terbang mengingat kejadian-kejadian yang baru saja ia lalui bersama pria yang sangat gagah. meski Cindy sudah pernah melakukan hubungan seperti itu namun berhubungan dengan Wira membuatnya mengulum senyum sendiri, mengagumi kegagahan dan ketampanan yang dimiliki sang CEO. "Arfan, Arfan...! selain kamu orang kaya kamu sangat mahir dalam memanjakan perempuan, sampai sentuhan-sentuhanmu masih terasa membekas di tubuh. aku memang benar-benar wanita yang paling beruntung bisa mengenal dan menjadi pacarmu. Arfan, Arfan....!" gumamnya yang terlihat memeluk guling begitu erat, membayangkan kembali pergulatan yang baru saja ia lalui, sampai akhirnya rasa kantuk pun datang dan matanya yang terbuka mulai tertutup dengan perlahan, diikuti suara dengkuran halus yang keluar dari bibir tipisnya. Cindy tidur dengan begitu lelap di bawah tiupan AC yang sangat dingin. sedangkan Wira setelah menyelesaikan membersihkan tubuh, dia pun mengulum senyum melihat Cindy yang sudah mendengkur. Dengan perlahan dia membuka pintu lemari bajunya kemudian mengeluarkan salah satu baju yang dianggapnya rapi. Dengan perlahan dan penuh kehati-hatian Wira meninggalkan kamarnya masuk ke kamar yang lain, kemudian dia mengenakan baju lalu memindai kaca yang sangat besar memperhatikan celah tubuh, takut ada kekurangan. Setelah semuanya dirasa rapih wira pun terlihat mengulum senyum, kemudian mengambil handphone lalu pergi meninggalkan Cindy yang masih terlelap. Sesampainya di parkiran apartemen, CEO mengambil mobil sport yang ia miliki. tanpa membuang waktu dia pun pergi meninggalkan apartemennya untuk melanjutkan petualangan dalam menaklukkan dan menikmati setiap perempuan. baik orang kaya, sederhana, bahkan miskin. mau tua, muda bahkan orang yang berada jauh di atas umurnya, Wira tetap menjalin hubungan mungkin yang terpenting memiliki lubang dan bisa dimasuki maka Wira akan mendekatinya. "Halo Clarissa, lagi ngapain?" tanya Wira setelah sampai di tempat tujuan. "Nggak lagi ngapa-ngapain, aku lagi menunggu sahabatku pulang ke kontrakan, soalnya aku merasa kesepian ketika sendirian seperti sekarang." "Ya sudah kalau begitu, ayo keluar! aku sudah menunggu di perkiraan kosanmu." "Di parkiran Bagaimana?" tanya Clarissa yang terlihat mengerutkan dahi, karena dia belum sempat memberitahu alamatnya, tapi Wira sudah berkata bahwa dia sudah berada di depan parkiran. "Kalau kamu tidak percaya, kamu Keluarlah lihat aku yang menggunakan mobil berwarna merah." Clarissa yang tidak percaya dia pun mengikuti permintaan wira, gadis Anggun itu keluar dari kosan dan terlihatlah ada sebuah mobil yang terparkir di halaman, tak lama orang yang mengemudi memunculkan kepala sambil Melambaikan tangan. "Kok bisa, tiba-tiba kamu ada di sini. Bagaimana kamu tahu alamatku?" "Kalau aku mencintai seseorang, maka aku akan berusaha untuk mendapatkannya. jangankan mendapatkan alamat rumah mendapatkan hatinya pun aku pasti akan berusaha sekuat tenaga." jawab Wira yang selalu berbohong karena sebenarnya dia mengetahui alamat Clarissa yaitu dari Cindy yang dipesankan taksi online olehnya. Jantung Clarissa terasa berdegup dengan kencang, hatinya berdebar tak karuan, karena Wira yang mengaku dengan nama Arfan tiba-tiba datang begitu mendadak. di satu sisi dia merasa bahagia dan terbang atas pengakuan yang ia dapat, namun di sisi lain dia merasa takut kalau pria itu hanya memanfaatkannya. "Kenapa kamu malah diam, kamu tidak mau pergi denganku?" tanya Wira ketika tidak mendapatkan jawaban. "Aku bingung kalau nanti sahabatku datang dan mengetahui aku tidak ada di rumah." "Sahabatmu mungkin tidak akan pulang secepat itu, karena tadi aku lihat dia tidur sangat lelap." jawab Wira dengan mengulum senyum, dia menganggap kalau Cindy tidak akan bangun lebih cepat setelah menikmati rudal yang begitu Perkasa. "Kok bisa, apa jangan-jangan kamu sudah memberikan obat tidur terhadapnya." "Enggaklah! aku bukan pria yang sekasar itu, ayo jangan buang waktu kita berangkat sekarang, supaya nanti kita bisa pulang lebih awal." Pinta Wira. "Ya sudah tunggu sebentar Aku mau ganti baju dulu." jawab Clarissa yang merasa bingung harus berkata apalagi Karena untuk menolak dia pun tidak memiliki keberanian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN