Pada saat Lidya akhirnya kembali ke hotel sekitar pukul sembilan malam itu, ia sangat lelah. Ia bangun sejak pukul lima, ia harus aktif selama hampir dua belas jam penuh, dan sekarang ia merasa agak kacau. Rizal dan dua orang temannya. Untunglah, mereka bukan dua orang kaku yang makan siang bersamanya, mengajaknya makan malam di sebuah restoran jepang. Percakapan mereka menyenangkan, makanan serta minuman yang enak. Secara keseluruhan Lidya mengalami malam yang menyenangkan. Tetapi ada sesuatu yang kurang. Rizal tak pernah satu kali pun memaksanya menerima tawaran, tapi Lidya tahu, bisa dimengerti Rizal sangat ingin mendapat jawabannya. Dan di beberapa kesempatan Lidya tergoda untuk mengucapkan kata, ya, karena tentu saja ia tertarik menerima tawaran tersebut. Peluang itu sangat bagus,

