permintaan maaf

1087 Kata

Lidya tak pernah menyangka jika saat ini ia sedang bersama Candra. Melihat wajah ceria yang diliputi senyuman bahagia di wajah lelaki itu, membuatnya keheranan. Sebenarnya ia bingung, dari mana lelaki itu tahu ia sedang di sini. Satu jam yang lalu Candra datang ke hotel, menghubunginya jika ia telah berada di lobi bawah. Tentu saja Lidya terkejut melihat kedatangan tiba-tiba Candra yang menyusulnya. Bahkan, lelaki itu juga memaksa membawanya pergi ke sebuah restoran makan terapung yang sedang digemari saat ini. “Kamu senang nggak makan di sini? Aku sebenarnya direkomendasikan oleh temanku loh,” kata Candra yang sedang duduk bersandar setelah menghabiskan makanan. “Iya. Kenapa kamu bisa tiba-tiba saja kesini? Apa ada sesuatu yang mau dikunjungi?” kata Lidya. “Tidak ada. Aku hanya menden

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN