“Hari ini kamu langsung ke kantor saja. Saya ada pertemuan dengan perwakilan Soni group,” kata Lidya memberi perintah kepada Yusuf. “Baik. Apakah saya perlu mengantar, mbak?” “Tidak perlu.” Lidya pergi menaiki mobilnya sendiri ke restoran yang telah ditentukan untuk pertemuan dengan kliennya. Ia tidak ingin membawa Yusuf bersamanya, karena ia berharap Sarah bisa menepati janjinya. Ia juga berharap banyak agar Yusuf bisa dibekali pengetahuan luas untuk naik jabatan jika mereka menikah nanti. Pagi ini ia telah mempersiapkan semua berkas yang akan dibawa untuk ke pertemuan dengan Soni. Ia tidak ingin melewatkan waktu berharga ini. Setibanya di restoran, ternyata pria itu terlebih dahulu datang dibanding dia. Pria itu duduk santai menanti kedatangannya. “Maaf saya terlambat…” Sorot mata

