kejujuran hati

1246 Kata

“Mbak?” Yusuf terintak merasakan pelukan Lidya yang tiba-tiba. “Diam! Biarkan seperti ini sebentar,”kata Lidya membungkam Yusuf agar tetap diam. Lidya merasakan hangat tubuh Yusuf. Wangi tubuh lelaki itu menguap di udara, hingga menusuk ke indra penciumannya. Aroma itu sangat kuat, mampu membuatnya melanyang. Sedangkan Yusuf. Ia sangat terkejut dengan perubahan Lidya yang mendadak. Jantungnya jumpalitan berada dalam pelukan wanita itu, seakan napasnya juga tertahan bersamaan dengan keterkejutannya saat ini. Apakah yang terjadi, sehinga wanita itu berubah pikiran menemuinya dan memeluknya. Ia sangat kebingungan, tetapi ia juga merasakan suatu kenyamanan dari wanita itu, yang akan menjadi calon istrinya. Wanita keras dan berwatak dominan, yang selalu mengatur hidupnya, kini berubah menja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN