"Terima kasih. Berkat kau, aku bisa menyingkirkan mereka semua." Ucap Castiel pada tiruan ayahnya. Wujud tiruan itu lalu membungkukkan setengah badannya tanda hormat pada kedua gadis itu. Castiel mengulurkan tangan kanannya dan melemparkan sebuah sihir dan dengan ajaibnya wujud tiruan ayahnya langsung lenyap hingga kembali ke bentuk semula menjadi sekeping biji buah. "Ayo kita masuk!" Castiel dan Eremiel menghampiri gerbang yang menjulang tinggi sampai ke langit tersebut. Gerbang itu pun tak lupa dilapisi oleh sihir ayahnya yang membuat siapa pun tak akan bisa masuk ke dalamnya. Gerbang itu tampak mengeluarkan cahaya zamrud yang melapisi dindingnya. Jelas, Castiel maupun Eremiel tidak akan bisa menghilangkan pelindung gerbang yang telah dibuat ayahnya. Hanya ayahnya seorang yang bisa mem

