thirty six - hujan itu berbau pekat

2372 Kata

Ketika Arata menemuinya, Saito sedang duduk membersihkan kayu baru buatannya. Sang guru banyak berkontribusi menciptakan alat yang tidak melukai orang lain demi mengajarkan para muridnya. "Liana memberitahumu?" "Ya." Saito meliriknya singkat sebelum menyusun semua ukiran kayu miliknya ke satu tempat. "Kebetulan yang bagus karena aku ingin bicara serius." Arata diam mendengarkan. Memilih untuk duduk bersila, membiarkan Saito mengambil alih sepenuhnya. "Aku tidak tahu bagaimana hubunganmu dengan Mia, tetapi selama aku mengenalnya, ini pertama kalinya." Saito menyadari ekspresi wajah Arata berubah. "Aku tidak akan menyalahkannya," tambah Saito pelan. "Ini bukan karena Mia. Perasaan seseorang tidak bisa memihak siapa pun. Aku memang tidak menikah, tetapi melihat kondisi yang seperti ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN