Aku benar-benar menyukai hubungan ambiguku dengannya saat ini. Lebih dekat dari teman biasa. Tapi bukan kekasih. Orang lain mungkin melihat hubunganku ini tidak sehat, tetapi aku tidak peduli. Toh, aku ini yang menjalankannya. "Kau mau ke mana setelah ini?" tanyanya seraya membuat kepang di rambut panjangku ini. "Makan. Aku lapar." jawabku. "Mau makan daging?" sambungku bertanya. Dia memajukan tubuhnya lalu mencium pelipis kepalaku. "Ya, aku mau." Aku mengangguk puas. Melirik ke cermin di seberang ruangan, aku bisa melihat refleksiku dengannya. Hubungan ambigu tanpa cinta. Yang ada hanya 'waktu' di dalamnya. Mengapa waktu? Karena aku dan dia rela menyisihkan waktu kami untuk satu sama lain. Sesibuk apapun kami dengan pekerjaan atau kehidupan kami. Ketika aku butuh, dia ada di s

