Chapter 27

1463 Kata

Dengan mata setengah terbuka, Rendra mendapati botol wine dan kaleng bir bertebaran di meja dan pantry dapur. Sosok jam digital di pojok ruangan pun membuatnya bernapas lega karena masih ada waktu hingga jadwalnya nanti. Ia pun kembali menaruh kepalanya di bahu sofa, menikmati sedikit waktu sebelum ia mulai beraktifitas. Keanu yang menginap di kediamannya semalam sudah tak terlihat lagi. Dipikir Rendra, sahabatnya itu sudah bangun terlebih dahulu. Dan mengingat tabiat Keanu, Rendra menduga jika sahabatnya itu kemungkinan besar, hampir 100 persen, pasti bangun terlambat. “Aku bisa membayangkan dia lari terbirit-b***t mengejar pesawat, ahahaha!” seru Rendra seraya tertawa kecil. Ia menutup matanya, mencoba untuk tidur beberapa saat lagi, namun keinginan untuk membasahi kerongkongannya tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN