Viera dan Velsha berjalan menuju kantin untuk mengisi perut mereka.
Mereka berjalan beriringan menuju kantin, penampilan Velsha bisa dibilang Perfect karna Velsha anak orang kaya tapi lebih cantikkan Viera.
Penampilan Viera? Viera memakai baju yang pas, tidak kebesaran dan tidak kekecilan. Rok pas selutut tapi Velsha diatas lutut 5cm. Rambut digerai pirang karan Viera blasteran Korea-Inggris. Sepatu hitam, karna di XIS hanya diperbolehkan memakai sepatu hitam, selain sepatu hitam maka orang itu akan dikenakan Poin. Meskipun sepatu yang dipakai Viera tidak bermerek tapi dia tetap memakai nya karna bersih.
Mereka berjalan menunduk, mungkin tidak bagi Velsha karna Viera sedari tadi menunduk melihat penampilannya mungkin ada yang salah. Karna ketika mereka berjalan orang orang dikoridor melihat ke mereka.
Prinsip Viera adalah 'Senggol dikit bacok.' Karna Viera sekarang seorang Sensei di Dojo nya menggantikan almarhum ayahnya.
Ketika berjalan, ada yang menyentuh tangan Viera. Viera terlonjak kaget dan langsung memepelintir tangan tersebut serta menendang lutut nya.
"Awhh awhh awhh." pekik orang tersebut.
Viera melihat wajah orang tersebut, dia kaget. Saking kagetnya dia langsung mendorong tubuh orang tersebut sampai orang tersebut jatuh terjerembab dilantai.
"Ehh, aduh maaf maaf." ucap Viera sembari menyatukan tanganya didepan d**a.
"Sakit anjir! Eh tapi tenaga lo boleh juga tuh." ucap lelaki tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Viero.
"Mau apa?" tanya Viera.
"Mau tanya, tapi ngobrol nya dikantin aja ya. Bareng sama yang lain, tadi gue izin ketoilet soalnya." ucap Viero.
"Engg-" Viera baru saja ingin menolak tapi terpotong oleh Velsha.
"Boleh boleh, yu Vir." ucap Velsha berjalan mendahului Viero sembari menarik tangan Viera.
"EHH, GUE YANG NGAJAK KOK GUE YANG DITINGGALIN! GAK SOPAN LO YA!" teriak Viero berusaha menyamai langkahnya dengan Viera dan Velsha.
Mereka berjalan bersama menuju kantin, banyak yang mengonmentari mereka kayak netizen.
"Itu Viero sama siapa?"
"Pacarnya ya?"
"Ah massa? Perasaan Keluarga Xethin jomblo semua deh, kecuali Vieno."
"Bukan jomblo anjir, jomblo mah gak laku, inimah laku semua. Tapi mereka nya aja yang pilih pilih."
"Iya, ralat."
"Itu Viero nya lagi kok mau aja jalan sama mereka!"
"Iya yah."
Dan banyak cibiran lainnya. Tapi mereka mengabaikan itu semua, dan tetap berjalan menuju kantin.
•••♥•••
Sesampai nya dikantin Viero langsung menuju meja abang abang nya, di ikuti oleh Viera dan Velsha.
Brakk.
Viero menggebrak meja mengejutkan mereka yang sedang makan.
"WOI BANG!" teriak Viero mengejutkan mereka semua.
Fauza dan Vhian yang sudah akrab dengan Keluarga Xethin pun makan bersama di meja yang sama.
Fauza yang akan memakan bakso nya karna terlonjak kaget, bakso nya loncat ke Vieno.
"HUAAA,, BAKSO GUE!!!"
"BAKSO SIAPA NIH!"
"NASI GUE NANGIS, LIAT TUH TUMPAH!!"
"ADUHH GUE KESELEK! PILUS GUEE MASA BUYARR!!!
"AAA, MINUM GUE. BAJU GUE BASAH ANJIR!"
"VEROOO!!!!" geram semuanya.
"GANTI GAK?!!" geram Claretta, pacar Vieno kembaran Vieco, kakak Viero dan Viere.
"Yaelah maaf Clar, Cuma nasi doang!"
"Ish, kasian tau!"
"GANTI PERO!!!"
"NAMA SIAPA TUH?"
"NAMA LO LAH b**o!"
"NAMA GUE VIERO BUKAN PIERO, pake V bukan P ya! Jadi gue gak ngerasa kepanggil tuh, karna bukan nama gue!"
"Woy!" celetuk Velsha.
Semuanya menoleh kearah Velsha dan Viera.
"Lo kok nengok sih Ver, kan kata lo itu bukan nama lo!" jail Velsha.
"I-iya kan reflek gue." ucap Viero gugup
"Halah Bacot lo per!"
"Eh siapa tuh!" tanya Claretta.
"Ohh, ini Viera yang satunya lagi Velsha, mereka temen sekelas gue, Vier, Fauza ma Vhian."
"G,gue Xaviera, panggil aja Viera." ucap Viera sambil menatap kearah lain.
"Gue Velsha Niady Ferrour, panggil aja Velsha."
"Gue Claretta, pacar Vieno."
"Gue Vieno kakak Vieco."
"Gue Vieco kembaran Vieno."
"Mereka kakak Viero sama Viere." celetuk Clare.
"Viero sama Viere kembar yak?" tanya Velsha.
"Nggak lah, yakali gue kembaran dia. Najis tralala anjir!" ujar Viero
"Eh siapa juga yang mau jadi kembaran lo? Sampe mimi peri naik ke langit juga gue mana sudi jadi kembaran lo!"
"Gue juga gamau kali, Sodaraan sama lo aja gue ogah ogah han!"
"Eh t***l! Gue mana tau kalo sodaraan sama lo!"
"Lo pikir gue mau? Nggak lah!"
"Ngebacot aja terus sampe negara api menyerang ladang gandum." celetuk Vieco.
"Yang dihujati meteor coklat dan jadilah Coco crunch!" imbuh Velsha.
"Emang ladang gandum bisa di hujati meteor coklat yah? Berarti meteor nya bisa ngomong dong kalo ngehujat!" celetuk Viere terlewat polos.
"Dihujani Pelsha!!! Bukan dihujati!!!"
"Udah ganti? Kapan?"
"Dari dulu juga begitu, lo nya aja yang b**o!" ucap Viero.
"Enak aja! Gue gak b**o tau! buktinya gue bisa masuk sini!"
"Nyogok tuh pasti!" celetuk Viero.
"Enak banget lo kalo ngomong!" geram Velsha yang tak terima.
"Enaklah mulut mulut gue, ya gak?" tanya Viero sembari menaik turunkan alisnya ke arah mereka.
Mereka semua diam, tak ada yang menjawab pertanyaan konyol Viero.
"Lo semua b***k ya? Gila miris amat. Cepet pergi ke THT deh, kasian kuping kalian, banyak duit tapi gak pernah beli korek kuping tuh pasti." ucap Viero.
"GAK!!!" pekik semuanya karna geregetan dengan tingkah Viero.
"Kalem dong mas nya." celetuk Viero.
"Najis alay! Bukan sodara gue!" celetuk Viere.
"Bukan Adik gue!" celetuk Vieno dan Vieco.
"Bukan temen gue!" celetuk Velsha, Clare, dan Fauza.
Vhian dan Viera daritadi hanya menyimak, tidak berniat berbicara.
"Vhian, Viera kalian bisu ya? Daritadi gak ngomong ngomong perasaan!" celetik Viero memulai lagi.
"Gausah sok sok pake perasaan, kalo lo gak punya perasaan!" ucap Viera.
"Ebuset, Tajem bener ngomong nya!" celetuk Viero.
"MAMPUS!" teriak Velsha.
"Bagus Ver bagus!"
"Mantep Ver!"
"Speechless kan dia!"
"Udahdeh, Vero tadi katanya mau ngomong! Mau ngomong apa? Dari tadi ngobrol mulu, laper nih gue!" kesal Viera
"Gak jadi, lupa gue. Tadinya banyak ngobrol sih." ujar Viero sambil cengengesan.
"Syialand!" cibir Viera dan Velsha.
Viera dan Velsha memesan makanan dan langsung melahapnya karna mereka sungguh lapar!