Chapter 5

953 Kata
Viera dan Velsha kembali ke kelas setelah makan di kantin, mereka bercanda gurau sampai sampai tidak menyadari ada yang mengikutinya dan berniat jahat pada mereka. 1.. 2.. 3.. "AAAAAA!" Pekik mereka berdua. Viera dan Velsha tidak melihat ketika mereka berjalan ada tali didepannya dan ketika mereka melangkahi tali itu mereka terhunyung kedepan dan terjatuh. Posisi mereka dalam posisi tengkurap hampir saja mencium lantai, kalau tidak ditahan oleh telapang tangannya. "HHAHAHAHAHH." "Kasian banget!" "Cium tuh keramik." "Makanya jangan deket deket pacar orang!" Mereka berdua mendongkak melihat siapa yang telah mengerjainya, dan terlihatlah 4 orang perempuan yang tidak bisa dikatakan sebagai seorang pelajar. Mereka melanggar aturan! Rok ketat diatas lutut, baju ketat sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya, sepatu macam rainbow cake, rambut kayak kemoceng, bedak kayak taburan tepung, dan terakhir, itu lipstik apa abis makan darah? Merah amat. Viera dan Velsha pun berdiri dihadapan mereka, Velsha sudah memasang muka geram, sedangkan Viera mengendalikan emosi nya yang bisa naik kapan saja dan dimana saja. "LO APA APAAN HAH?!!" Bentak Velsha. "LO BERDUA TUH YANG APA APAAN! MAIN DEKETIN PACAR ORANG AJA! SADAR DIRI KEK! MASIH KELAS 10 UDAH KECENTILAN!" Makinya. "PACAR? SIAPA EMANG PACAR LO? EMANG ADA YANG MAU SAMA LO?? GUE KECENTILAN? GAK NGACA? LO TUH KAYAK ORANG KURANG BELAIAN AJA!!" Teriak Velsha. Mereka pun sudah menjadi pusat perhatian karna sudah berani melawan Mega dkk. Di XIS tidak ada yang berani melawan dia kecuali Keluarga Xethin sendiri yang turun tangan. "LO KALO NGOMONG JANGAN SEMBARANGAN YA! ADIK KELAS GAK TAU DIRI LO DAN JUGA HARUS SOPAN!" "Hahahahaha" Velsha Tertawa. "KENAPA LO KETAWA HAH?!!" bentaknya. "LO GAK NYADAR ATAU EMANG GAK SADAR? LO JUGA JAGA OMONGAN b**o! BODOAMAT KALO GUE ADIK KELAS LO, GUE GAK PEDULI. KALO KAKAK KELAS NYA MACEM LO! GAK HARUS SOPAN! LO NYA AJA GAK SOPAN!" Teriak Velsha. "UDAH TUA KOK b**o! DI SEKOLAH NGAPAIN AJA HAH?" Teriak Velsha lagi. "Lo belum tau siapa gue?" Ucapnya. "Gak penting juga kalo pun tau!" Ucap Velsha dan menoleh ke arah Viera. Terlihat Viera mengepalkan tangannya, bahunya naik turun, seperti meredam emosi. "Oke kita perkenalan dulu, Kenalin gue Mega Bella Afart, giliran kalian guys." "Gue Tirasella Trump." "Gue Dennafa Alba." "Gue Irsa Lyly Ednay." "Terus?" Ucap Velsha dengan kening berkerut heran. "TERUS LO BILANG?" "MASIH SMA KOK UDAH b***k! TADI GUE NGOMONG,, EMANG LO GAK DENGER? WATIR GUE AMA KUPING LO!" "LO-" "APA?" "GUE BISA AJA KELUARIN LO DARI SEKOLAH INI, ASAL LO TAU ITU!" "OH YAH? EMANG LO SIAPA?" Tanya Velsha memancing emosi Mega dkk. "GUE DONATUR DI SEKOLAH INI! JADI GUE BISA AJA KELUARIN LO DARI SINI SEKRANG JUGA!" "Ckk. DONATUR AJA BANGGA! BUKAN PEMILIK SEKOLAH KAN?!!" "Udahlah buang buang tenaga gue ngaladenin Fampir macem lo! Fampir munculnya malem, sekarang tidur. Nanti malem baru jelalatan sama om om hidung belang!" Ucap Velsha sembari menarik tangan Viera untuk pergi dari situ dia tidak memedulikan teriakkan Mega yang terus memanggilnya. •••♥••• Sesampainya dikelas, mereka pun duduk. "Vir, tadi kenala lo diem aja si? Heran gue!" Kesal Velsha. "Gapapa, gue lagi nahan emosi aja. Kalo gue gak nahan gatau apa yang terjadi sama mereka." ucap Viera. "Lain kali, lo harus ngelawan Vir!" ujar Velsha. "Iya, nanti kalo mereka udah keterlaluan baru gue ngelawan." "Oke deh bagus." "Tapi nanti kalo gue dikeluarin dari sini gimana?" Tanya Viera. "Yaelah Vir, tenang aja kali. Lo gabakalan dikeluarin kok, lo kan murid yang paling berpotensi disini. Sekolah pun ga bakal berani ngeluarin lo!" Ya, Velsha sudah tau kalau Viera masuk melalui jalur Beasiswa. Banyak orang yang tidak menyangka kalau Viera masuk melalui jalur itu karna tertutupi oleh Wajah nya yang bak Dewi Yunani. Tapi ada segelintir yang sudah mengira ketika mereka melihat penampilan Viera yaitu tidak memiliki barang barang branded. Kringgg Kringgg Kringgg Bel pulang sekolah berbunyi, semua murid berhamburan untuk pulang kerumah nya masing masing, tapi tidak dengan Viera, dia harus kerja part time di Dojo miliknya. Viera berjalan ke gerbang sendiri karna Velsha sudah pulang duluan, sudah dijemput supir katanya. Viera didepan gerbang untuk menunggu angkutan umum yang lewat yang akan mengantarkan dirinya ke Dojo. Sudah 15 menit tidak ada angkutan lewat, akhirnya Viera pasrah. Dia jalan kaki menuju tempat Dojo nya berada yang jaraknya 1 Km. Ketika berjalan, Viera melihat seseorang memakai seragam yang sama sepertinya. Dia mempertajam penglihatan nya. Dan dilihatnya Vhian tengah dikeroyok oleh 15 orang laki laki berbadan kekar. '15 by 1 Banci!' ucap Viera dalam hati. Viera berlari kearah Vhian, dia melihat Vhian sudah kuwalahan dan dia melihat di belakang Vhian ada yang ingin memukulnya. Viera mempercepat larinya dan langsung.. Bugh. Bugh. Krekk. Suara pukulan dan suara tulang patah, Viera mengambil kuda kuda untuk waspada dan.. Bugh bugh.. Krekk. Bugh. Brakk. Bugh. Bugh. Krekk. Brakk. Orang orang itu sudah terjerembab ketanah, Viera berjalan menghampiri Vhian. "Lo gapapa?" Tanya Viera sambil merangkul Vhian supaya tidak terjatuh, dan menuju ketempat duduk yang ada disana. Orang orang tadipun sudah melarikan diri. "Nggak, lo gimana?" Tanya Vhian balik. "Yaelah gue mah gapapa, justru lo yang parah!" Ujar Viera. "Thanks yah, sorry jadi ngerepotin." "Gapapa santai aja kali, udah biasa kok." Ucao Viera bangga. "Pantesan udah kayak jago gitu!" "Orang orang tadi siapa yan?" Tanya Viera. "Mereka musuh bisnis bokap gue, gue selalu jadi inceran mereka supaya bisnis bokap gue hancur." ungkap Vhian. "Oh gitu yah, Gue tinggal yah. Lo gapapa kan?" Tanya Viera. "Emangnya lo mau kemana?" "Gue mau ke tempat Dojo yang disana tuh deket." Balas Viera. "Lo mau latihan?" "Nggak tuh." "Terus ngapain?" "Ngajar." "WHAT?!" pekik Vhian. "Berisik deh lo, kayak cewe!" "Ya abisnya kaget, lo ngajar karate? Serius?" "Just kidding." "Ya seriuslah." Lanjut Viera. "Yaudah ya, gue duluan! Take care nanti di copet ama b*****g perempatan, Daaa." Viera langsung berlari sambil melambaikan tangannya tanpa menunggu balasan dari Vhian. Vhian menyunggingkan senyum tipis. "Good girl" Batinnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN