BAB 56

1925 Kata

Aku pun berusaha memejamkan mata ini. Meski sangat sulit melakukannya. Namun, aku harus tetap bisa tertidur di tempat seperti ini. Apalagi, ucapan Umelni itu masih saja terniang di telingaku. Tetapi, aku masih terus berusaha untuk membuangnya jauh-jauh. Sebenarnya, aku percaya dengan adanya makhluk di alam lain. Namun, selama kita tidak mengganggu hidup mereka. Maka, mereka tidak akan mengganggu kehidupan kita juga. Itulah yang aku yakini tentang makhluk astral itu. Biarlah, kami hidup berdampingan dengan damai. “Klentang....” Lagi-lagi, suara benda terjatuh kembali terdengar. “Udah, dong. Kapan aku tidurnya nih,” kataku pada dinding kamar yang dingin ini. Aku tidak berteriak seperti yang tadi aku lakukan. Lagi pula, percuma juga aku melakukannya. Tidak juga ada seorang pun yang memper

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN