Perasaan Tanggung Jawab

1314 Kata
Kami terus mencari keberadaan Lisa lewat CCTV di sana, dan kini aku menoleh sekitas menatao Scarlet yang tengah memerhatikan para Security itu. “Selagi kita memerhatikan, bisakah yang lain mencarinya di sekitar apartemen ini?” sebuah saran yang di lontarkan oleh Scarlet pada saat itu, membuat keempat polisi yang tengah berjaga pun menoleh dan menganggukkan kepala untuk menyetujui hal itu, “Seperti apa ciri-ciri dari teman anda itu, nona?” pandanganku kini menatap ke arah para security yang baru saja bertanya kepadaku, dan hal itu membuatku berucap, “Eum … dia lebih pendek dariku, dan mungkin tingginya sebahu kalian semua, dia memiliki rambut semi keriting warna hitam panjang sejajar dengan siku, dia memiliki mata hitam yang indah! Namanya Lisa!” ucapku kepada mereka, dan membuat mereka pun mengangguk untuk kemudian pergi mencari keberadaan temanku Lisa di sekitaran apartemen itu. Aku kembali memfokuskan diriku ke arah CCTV di sana, dan Scarlet juga Andrew kini mengecek CCTV lainnya dan mencari keberadaan Lisa lewat sana. Drrt … drrtt…. Pandanganku kini menoleh menatap handphoneku yang ternyata itu adalah panggilan dari Marilyn, dan membuatku dengan segera mengangkat sambungannya seraya bertanya, “Halo, jadi bagaimana Marilyn?!” tanyaku kepadanya, dan hal itu membuat Marilyn kini berkata, “Aku sudah menghubungi Rico, dia sudah berada di stasiun saat ini, Sophia … kau di mana?? apakah kau sudah menemukan Lisa?” tanya Marilyn kepadaku, dan hal itu membuatku menggelengkan kepala dan kemudian berkata, “Aku berada di kantor Security, kau tenang lah di sana dan aku akan berusaha mencari Lisa, ok!” ucapku lagi dan hal itu membuat Marilyn kini membalas dengan berkata, “Aku akan ke sana! Aku harus ikut mencarinya!” jelas Marilyn, dan membuatku menganggukkan kepala menanggapi hal tersebut. Pandanganku saat ini menatap ke arah Mark yang datang pada pukul enam pagi tadi dengan membawa satu kantung kain yang entah berisikan apa, namun aku yakin ia berbelanja di pagi harinya, yang membuatku kini kembali mempercepat rekaman tersebut. Namun hasilnya, aku tidak menemukan keberadaan Lisa sama sekali. Yang kini aku cemaskan adalah bagaimana caraku memberi informasi kepada kedua orang tuanya yang ada di rumah? Aku terlalu takut untuk memberitahukan hal ini, bagaimana bisa seseorang menghilang ketika menginap di apartemen dari temannya sendiri? Aku merasa aku yang bertanggung jawab atas hilangnya Lisa hari itu. “Kita akan lapor kepada pihak kepolisian jika temanmu tidak kunjung ditemukan, Sophia … sekarang kau harus tenang, dan berpikir positif, dia pasti bisa kita temukan!” itu lah yang diucapkan oleh Andrew kepadaku, dan membuatku kini hanya bisa menganggukkan kepala dengan lemas kita menyadari bahwa pencarian kami tidak membuatkah hasil di hari itu, dan bahkan aku bolos bekerja hanya untuk mencari keberadaan dari Lisa. … Sore itu, aku mengantar Marilyn untuk pulang, bersama dengan Andrew yang memaksaku untuk mengantarkan kami berdua langsung menuju desa, karena tidak bisa menolaknya, aku pun mengikuti apa yang ia tawarkan dan kami pergi ke Desa Spektrum untuk menemui langsung orang tua Lisa dan sekaligus mengantarkan Marilyn pulang. Hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam setengah untuk akhirnya kami sampai di desa kami, dan sesuai yang harus aku lakukan aku menemui keluarga dari Lisa. Sesampainya di sana, aku sama sekali tidak bisa berucap apapun kepada kedua orang tuanya, lidahku terasa amat kelu dan aku begetar ketakutan entah karena apa. Aku merasa khawatir dan cemas, aku bertanggung jawab dan harus segera menemukan Lisa. Karena aku tidak bisa berkata apapun, Andrew pun membantuku menjelaskan apa yang ingin aku katakan kepada mereka, yang tentu saja membuat mereka ikut merasa khawatir dan ingin ikut mencarinya, namun Andrew dengan hebatnya mampu menenangkan kedua orang tua dari Lisa dan meminta mereka untuk sabar menunggu di sini. “Kami akan segera menghubungi anda setelah kami berhasil menemukan Lisa! Saya berjanji akan hal itu!” itu lah yang diucapkan oleh Andrew sebelum akhirnya kami meninggalkan kediaman Lisa di sana. “Sophia!” pandanganku menoleh dengan cepat ke arah Rico, adikku yang baru saja datang dan segera memelukku di sana, aku menangis ketakutan , merasa cemas dan juga khawatir saat itu. “Ssst … it’s ok … mereka pasti temuin Lisa kok! Jangan khawatir!” bisiknya padaku, dan hal itu membuatku mengangguk dan berusaha menguatkan diri jika Lisa pasti ditemukan. “Apa kamu akan pulang?” tanya Rico lagi, dan aku segera menggeleng untuk menjawabnya, “Gak bisa, besok aku kerja dan aku juga harus standby untuk menunggu kabar dari pihak kepolisian nantinya!” jelasku kepada Rico yang kini mengangguk, dan pandangannya menoleh menatap Andrew yang berada di sampingku saat itu, “Kau tetangganya kan?” tanya Rico di sana, dan aku melihat Andrew mengangguk menjawab hal itu, “Bisa aku titip dia padamu? Tolong jaga kakakku!” itu lah yang diucapkan oleh Rico saat ini, dan sebenarnya aku ingin sekali memukul anak kecil yang satu itu, namun aku tidak memiliki daya lagi hingga hanya terdiam ketika Andrew mengangguk menjawabnya, “Tenang aja … aku pasti jagain Sophia!” jelasnya dan hal itu tentu membuatku merasa sangat berterima kasih kepada Andrew yang mau menjagaku yang bukan siapa-siapanya ini. Karena waktu sudah menunjukkan akan segera gelap, aku dan Andrew pun segera kembali menuju kota Iremia untuk kembali ke apartemen kami, namun sebelum itu kami mengajukan laporan kehilangan kepada pihak polisi, beruntung sir Nicholas atau ayah dari Scarlet adalah polisi, jadi kami tidak perlu menunggu selama dua puluh empat jam untuk melaporkan hilangnya Lisa. Pip … pip … “Sophia … kita sudah sampai!” ucapan Andrew saat itu, membuatku yang tengah melamun memikirkan bagaimana kondisi dari Lisa saat itu pun kini menoleh menatapnya dan mengangguk untuk kemudian melepaskan safety belt yang aku kenakan di sana. Sepanjang berjalan dari parkiran menuju gedung apartemen, aku terus saja terdiam dan tidak berbicara sama sekali, aku terlarut dalam kecemasanku saat itu. “Hei … Sophia!” pandanganku kembali tertuju ke arah Andrew yang baru saja memanggilku, ia menepuk bahuku dengan lembut dan kemudian berucap, “Jika kau merasa tidak nyaman di apartemenmu, kau bisa mengetuk pintuku, atau pintu Scarlet, ok?” ucapnya kepadaku, dan membuatku kini mengangguk menanggapi hal itu, “Percaya sama aku, Lisa pasti bisa kita temukan!” itu lah yang diucapkan oleh Andrew kepadaku, dan membuatku semakin merasa sedih karenanya, aku kembali menangisi namun aku berusaha untuk menahannya, “Yeah … semoga Lisa cepet ketemu!” ucapku berusaha untuk menenangkan diriku dengan berkata seperti itu, dan Andrew pun menganguk menyepakati ucapanku di sana. Malam itu kami berpisah, dan aku kembali beristirahat di dalam apartemenku malam itu. Aku merasa ada yang aneh dariku saat ini, aku merasa jika perasaanku selalu menjadi tidak enak dan menjadi semakin khawatir, namun aku berusaha untuk berpikir positif dan Lisa pasti bisa ditemukan, ya … dia pasti bisa aku temukan! … Dan malam itu, aku sama sekali tidak bisa tertidur, bahkan menutup kedua mataku pun aku tidak sanggup untuk melakukannya, dan akhirnya aku menghubungi Andrew karena pagi tadi ia sempat memberikan nomornya kepadaku. Dan tidak lama dari aku yang menghubunginya, sambungannya pun diangkat olehnya yang kini bertanya, “Apa yang terjadi, Sophia?” itu lah yang ia tanyakan kepadaku, dan membuatku kini berucap, “Aku tidak bisa tidur, Andrew …” ucapku kepadanya, yang kemudian ia pun kembali berkata, “Apakah kau ingin kemari? Ataukah aku akan menghubungi Scarlet untuk menemanimu?” tanyanya kepadaku, dan kini membuatku segera menggeleng dan berucap, “T… tidak perlu … hanya saja … tetap berada di panggilan ini hingga aku tertidur, apakah kau bisa melakukannya?” tanyaku kepadanya, dan hal itu membuat Andrew kembali berucap, “Yeah … aku bisa … aku akan membiarkan sambungan ini terus terhubung denganmu!” jelasnya dan hal itu membuatku menjadi sedikit nyaman di sana, “Terima kasih!” ucapku dan aku mendengar ia berkata, “Ya… sekarang coba pejamkan matamu, dan aku akan memutarkan musik klasik dari sini1” ucapnya kepadaku dan setelah itu, aku mendengar suara alunan dari piano dan biola yang merdu dari sambungan Andrew, dan hal itu lah yang membuatku bisa terlelap malam itu. …
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN