Bukti Rekaman

1805 Kata
Aku berjalan menuju puluhan layar yang tersusun rapi di dalam ruangan itu, yang kemudian kini aku menoleh menatap banyaknya tombol yang tersusun rapi di atas meja itu, “Apakah kau tahu cara mengoprasikanya, Scarlet?” aku menganggukkan kepalaku ketika mendengar Rico bertanya seperti itu kepadaku, yang kini membuatku menekat tombol search di sana dan memasukkan tanggal di mana tanggal itu adalah tanggal terakhir aku bertemu dengan Kak Sophia, dan itu adlaah dua hari yang lalu. “Ini dia! Aku terakhir melihatnya di sini!” ucapku seraya menunjuk CCTV yang berada di dalam lift yang ternyata sudah di benarkan minggu itu. Pandnaganku kini menoleh menatap Rico yang menatapnya untuk kemudian menganggukkan kepala, aku kembali mempercepat pergerakan rekaman tersbeut dan berucap, “Jika kau melihat pergerakan dari Sophia, beri tahu aku … aku akan menghentikannya!” ucapku dan hal itu membuat Rico mengangguk dan berkata, ”Ok!” ucapnya dan kami pun mencari kembali keberadaan dari kak Sophia. Namun anehnya selama satu hari itu kami tidak menemukannya, yang pada akhirnya kami mencari di rekaman hari berikutnya. “Aneh sekali … apakah dia tida pulang sejak hari itu?” tanyaku kepada Rico, yang kini membuat Rico berkata, “Aku tidak mengerti, dia pasti akan memberitahukan hal itu kepadaku jika memang ia tidak pulang di hari itu!” ucapnya kepadaku, yang kini membuatku mengedikkan kepala untuk kemudian berkata, “Mungkin ia tidak mau kau khawatir, Rico!” ucapku kepadanya yang kini menghembuskan napas untuk menanggapi hal itu dan kemudian berkata, “Ya … aku tidak terlalu akur dengannya sebelum ia pergi meninggalkan rumah!” ucap Rico kepadaku, yang membuatku kini menoleh menatapnya dan kemudian berkata, “Kau tidak pernah akur dnegannya sebelumnya?” tanyaku, dan Rico menganggukkan kepala menanggapi pertanyaanku itu, “Ya! Kami akur ketika ia sudah pergi dari rumah untuk pindah kemari!” jelasnya dan hal itu membuatku menghembuskan napas menanggapinya. “Hei, Stop!” ucapan Rico pada saat itu, membuatku dengan spontan menghentikan rekaman itu, dan itu adalah malam kemarin di mana Sophia datang dengan baju yang sama namun raut wajah yang terlihat sangat penasaran. “Kenapa ia terlihat seperti penasaran?” tanyaku kepada Rico yang kini berkata, “Itu karena aku rasa temannya Lisa sudah menceritakan tentang kamar tersebut, Scarlet!” jawab Rico, yang membuatku kini menganggukkan kepala mendengarnya. Pandangan kami kini melihat Sophia masuk ke dalam lift dan keluar di lantai apartemen kita. “Apakah kau bisa memindahkan rekamannya, Scarlet?” aku mengangguk menjawab pertanyaan dari Rico pada saat itu, aku kembali menekan-nekan tombol di sana, hingga pada akhirnya aku berhasil masuk ke dalam CCTV yang berada di ujung lorong lantai empat, di mana itu merupakan apartemen kami, namun posisinya cukup jauh sehingga kami cukup kesulitan untuk melihatnya karena kondisi koridor pun cukup remang pada saat itu. “Ck! Kenapa harus seburam ini sih!” ucapku merutuki pencahayaan yang tidak baik, pandanganku kini menatap Sophia yang keluar dari kamar apartemennya di sana, “Dia keluar!” ucap Rico, dan aku menganggukkan kepalaku menanggapinya, ia berjalan menuju lift, namun alih-alih menaiki lift itu, ia kini berbelok dan mengetuk pintu apartemen dari Mr.Andrew. “Ke mana dia?” tanya Rico, “Itu apartemen Mr.Andrew!” jawabku, aku melihat Mr.Andrew terlihat sangat akrab dengan Sophia dan bahkan ia memintanya untuk masuk ke dalam apartemen itu. “Apa yang mereka bicarakan, Scarlet?” tanya Rico kepadaku, dan tentu saja aku menggelengkan kepala mendengarnya, “Kau bodoh?? mana mungkin aku bisa mendengarnya… tak ada CCTV atau alat perekam yang ada di ruangan itu! Kau tahu kan itu merupakan sebuah pelanggaran!” ucapku kepada Rico yang kini terkekeh dan mengangguk menanggapinya, dan aku pun menekan timbol percepat di sana, hingga akhirnya aku melihat lagi pergerakan Sophia di sana, “Stop!” ucap Rico kepadaku, yang dengan segera membuatku menekan tombol pause di sana untuk kemudian menoleh menatap Rico seraya bertanya, “Ada apa? Apa yang kau lihat?” tanyaku kepadanya, yang kini ia menunjuk sebuah alat yang di genggam oleh Sophia pada saat itu, “Dia membawa kamera!” ucap Rico kepadaku, yang membuatku kini mengerutkan dahi dan kemudian bertanya-tanya di dalam hati untuk apa guna kamera itu. “Apa yang akan ia lakukan dengan camera itu, Rico?” tanyaku kepada Rico yang kini ikut menggelengkan kepalanya menanggapi hal itu, “Entah lah … aku pun tidak memiliki ide akan hal itu!” ucap Rico kepadaku, yang kemudian kami kembali memutar rekaman CCTV tersebut. Namun, ketika aku melihat Mr.Andrew datang dari lift sana membawa sebuah alat perekam suara, membuatku tahu jika kini mereka tengah akan mencari sebuah barang bukti. “Me … mereka …- “Mencari barang bukti!” ucap Rico dan hal itu membuatku menganggukkan kepala menanggapi ucapannya di sana. Pandnagan kami terus tertuju ke arah ruang Tiga lima sembilan, hingga pada akhirnya beberapa menit setelah mereka masuk, kami melihat Mark keluar dari dalam kamarnya untuk kemudian berjalan membawa sebuah pisau di sana. “No….no!” ucapku merasa tidak percaya ketika ia masuk dengan perlahan menuju ruang tiga lima sembilan di sana. Tidak membutuhkan waktu yang lama, aku dan juga Rico melihat Sophia berlari dari luar ruangan itu berlari menuju apartemenku, namun ia tertangkap dan di beri sesuatu hingga ia lemas seketika pada saat itu. “Siapa dia?! Sialan!!” ucap Rico hendak pergi dari sana, namun aku segera menahannya dna berucap, “Rico! Akan gawat jadinya jika kita bertindak gegabah! Kita memiliki barang buktinya saat ini, alangkah baiknya jika pihak berwajib yang menanganinya, itu akan membuat Sophia lebih aman di bandingkan kita bertindak gegabah!” ucapku kepadanya, yang kini ia pun yang terlihat marah kini menganggukkan kepala seraya berkata, “Apa kau memiliki Flask Disk untuk mencopy rekaman ini?” tanya Rico, yang kini aku mengangguk dan segera mengeluarkan Flash disk milikku di sana. “Aku akan memberikan barang bukti ini kepada Ayahku, dan ia pasti akan mengamankan Mark! Setelahnya kita akan bertemu dengan Sophia!” itu lah yang aku ucapkan kepada Rico yang kini mengangguk menanggapinya di sana. Aku mengcopy rekaman tersebut, dan setelahnya kami pun pergi dari ruang CCTV itu dengan aman dan terkendali. “Scarlet! Segera hubungi aku jika ayahmu menemukan atau melakukan sesuatu!” ucap Rico kepadaku, yang kini kami berhenti tepat di hadapan Apartemen dari Sophia, untuk kemudian aku menganggukkan kepalaku menanggapi ucapannya yang kini dirinya menoleh menatap apartemen milik kak Mark di sana, dan membuatku kini menepuk bahu Rico dan kemudian berkata, “Tenang lah … kita pasti bisa menangkapnya dan menyelamatkan kakakmu!” ucapku kepada Rico yang kini ia mengangukkan kepala menanggapi apa yang telah aku ucapkan kepadanya di sana. “Masuk lah!” ucapku kepada Rico yang kini Rico pun pada akhirnya masuk ke dalam apartemen, yang kini membuatku berjalan dengan cepat menuju apartemenku dan segera menghubungi ayahku yang kala itu memang tengah bertugas. Aku tidak berani menghubunginya dengan cara menelfon, yang membuatku kini memutuskan untuk mengiriminya sebuah pesan dan isi dari pesan itu adalah, “Ayah! Aku menemukan sesuatu hal yang mencurigakan dari tetangga kita, segeralah pulang!” itu lah yang aku kirimkan kepadanya, sebelum akhirnya kau menghembuskan napasku dan terduduk di atas sofa rumahku itu. Merasa masih seperti mimpi, merasa sangat terkejut akan hal itu, pantas saja aku sedikit takut dengan lelaki tersebut, dan lagi … aku sudah pernah memperingatkan Sophia tentang Mark, apakah dia tidak merasakan keanehan itu? Itu lah yang ada di dalam benakku ketika memikirkan waktu kali pertama aku bertemu dengan Sophia. … Malam harinya, ayahku datang dengan raut wajah khawatirnya dan bertanya kepadaku mengenai keadaanku di sana, “Scalet, are you ok… babe?!” itu lah yang ia tanyakan kepadaku, yang tentu saja aku yang tengah menonton Tv di sana menoleh menatapnya dan kemudian beranjak dari tempatku untuk kemudian menganggukkan kepala menanggapinya, yang kini ia menghembuskan napasnya dengan lega seolah kekhawatirannya di sana adalah hal yang sia-sia. “Hahh … lalu, apa yang kau maksud dengan hal yang mencurigakan, hum?” tanya Ayahku kepadaku, yang kini membuatku berucap, “Ayah … apakah kau tahu jika Mr.Andrew di serang pagi ini, dan Sophia menghilang?” tanyaku kepadanya yang kini mengerutkan darinya dan membelalakan mata dengan bulat seolah terkejut, “Serius?!” tanyanya kepadaku yang kini mengangguk menanggapinya, “Ya! Pagi tadi banyak orang yang datang, mereka dari pihak I.F Corp, setelah Rico adik dari Sophia melaporkan kehilangan darinya!” ucapku dan hal itu membuat ayahku kembali terkejut dan kini terkekeh karena mendengar kata I.F Corp dari mulutku. “Kh! Untuk apa mereka kemari?” tanyanya, dna hal itu membuatku menceritakan apa yang terjadi di sana dari awal hingga akhir, yang kemudian aku berkata, “Aku dan Rico berhasil masuk ke dalam ruang Security yang pada akhirnya kami menemukan sebuah bukti rekamannya, itu adalah Mark Ayah! Mark yang menyerang Mr.Andrew dna menculik Sophia!” ucapku kepada Ayah yang kini mengerutkan dahinya mendengar penjelasanku di sana, “Kau membawa buktinya?” tanya Ayahku, dan aku mengangguk menanggapinya, “Ya! Ini … aku mengcopynya, dan ayah! Aku rasa para Security pun bersekongkol dengan Mark!” jelasku kepadanya yang kini menolehku dengan bingung, “Kenapa kau beranggapan seperti itu?” itu lah pertanyaan yang di lontarkan oleh Ayahku kepadaku, dan aku mennghembuskan napasku seraya berkata, ”Yah … karena mereka menghalangiku dan juga Rico untuk masuk ke dalam ruang CCTV yang seharusnya itu tidak apa jika untuk mencari sesuatu atau seseorang bukan?” jelasku lagi kepada ayahku, yang kini menghembuskan napasnya untuk kemudian berkata, “Baiklah … ayah akan lihat bukti rekaman ini dan membantu mencari Sophia dan menangkap Mark setelahnya!” ucap Ayahku, dan hal itu membuatku tersenyum mendengarnya, “Apakah kau sudah melaporkan hal ini kepada pihak I.F Corp?” tanya ayahku yang kini aku menggelengkan kepala menanggapi pertanyaannya di sana, “Kami belum melakukannya! Tapi kurasa jika sudah ada kau, aku dan Rico tidak akan melaporkan ini kepada pihak I.F Corp!” jelasku kepadanya yang kini menganggukkan kepala menanggapi hal itu, “Bagus!” itu lah yang ia ucapkan, dan aku memakluminya, polisi dan I.F corp tidak akan pernah bisa akur. “Apakah kau memiliki salinan lainnya, Scarlet?” pertanyaan Ayahku pada saat itu, membuatku menggelengkan kepala untuk menjawabnya, “Aku hanya mengcopy satu, dan itu adalah salinan satu-satunya yang aku miliki Ayah!” itu lah yang aku ucapkan kepadanya yang kini menganggukkan kepala menanggapi ucapanku tersebut, “Baiklah … sekarang serahkan ini kepadaku, kau bisa tidur nak!” itu lah yang ayahku ucapkan , dan membuatku kini mengangguk dan segera masuk ke dalam kamarku. Merasa jika ini akan segera berakhir karena ayahku lah yang menanganinya. Dengan senang aku segera memberi pesan kepada Rico, jika aku sudah melaporkannya kepada ayahku yang kini ia mengatakan bahwa kita hanya perlu menunggu. Aku kembali tersenyum dengan senang ketika Rico menjawabnya dengan berkata, ”ok … terima kasih karena telah membantuku, Scarlet!” itu lah yang ia ucapkan, dan membuatku merasa senang. Aku beranjak ke atas kasurku dan kemudian berdoa semoga kak Sophia cepat di temukan dan baik-baik saja. …
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN