“Hh …” aku tertegun mengingat dan memikirkan hal itu, banyak sekali peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini dan itu bermula ketika Lisa menghilang, dan kemudian pembunuhan Mrs.Edler dan kini penyerangan Mr.Andrew. Yang membuatku yakin jika pelakunya pasti bukan suami dari Mrs.Edler karena aku tahu lelaki itu sangat-sangat romantis dan setia juga penyabar. Pasti ada seseorang yang menjadi dalang dari ini semua, dan itu baru lah dugaan yang aku buat sendiri.
“Bagaimana denganmu sendiri, Scarlet??” pandanganku kini menoleh menatap ke arah Rico yang baru saja bertanya kepadaku saat itu,
“Huh?? apa maksudmu?” tanyaku kepada Rico yang kini kembali menjelaskan dengan berkata,
“Apakah kau tahu mengenai penghuni tiga lima sembilan itu?” pertanyaan Rico pada saat itu pun, membuatku kini menghembuskan napas dan kemudian menganggukkan kepala menanggapi hal itu,
“Aku tahu mereka, tapi aku tidak banyak mengetahuinya, mereka adalah satu keluarga dan mereka pindah setelah bermasalah dengan kak Mark!” ucapku kepadanya yang kini mengerutkan dahi untuk kemudian berkata,
“Apa permasalahan mereka dengan Mark?” itu lah yang di tanyakan oleh Rico kepadaku, yang kini berusaha untuk mengingatnya dan kemudian berkata,
“Mr.Hans … dia bertengkar dengan Mark setelah merasa bahwa istrinya tertarik dan terus mendekati Mark, ia cemburu dan berujung dengan perdebatan panjang di lorong apartemen dan menimbulkan perhatian para penghuni pada saat itu!” jelasku kepadanya yang kini menghembuskan napasnya dan kemudian menganggukkan kepala menanggapi hal itu,
“Kapan peristiwa itu terjadi?” tanya Rico lagi, yang kini membuatku berkata,
“Sekitar empat atau lima tahun lalu, di saat Kak Mark datang ke apartemen kami!” jelasku kepadanya, dan hal itu membuatnya kembali menghembuskan napasnya dan terdiam. Dan aku tahu semua pertanyaan yang ia lontarkan itu berusaha untuk menguak apa yang terjadi di lantai tersebut, namun nampaknya jawabanku tidak membuatnya mendapatkan jawaban yang ia inginkan di sana. Yang tentu saja hal itu membuatku sangat tidak enak karena tidak bisa banyak membantu.
“AKu akan membantumu mencarinya, Rico!” ucapku kepada Rico, yang kini menolehku setelah mendengarku berkata seperti itu, Rico menganggukkan kepalanya menanggapi aa yang aku ucapkan dan kemudian ia tersenyum seraya berkata,
“Terima kasih, Scarlet! Kau adalah orang yang baik!” itu lah yang ia katakan kepadaku, yang kini membuatku menganggukkan kepala menanggapinya.
“Apa hal pertama yang harus kita lakukan?” tanya Rico kepadaku, dan hal itu membuatku mengangguk untuk kemudian beranjak dari sofa tersebut untuk kemudian berkata,
“Kita harus periksa CCTV terlebih dahulu, Rico … hal pertama yang harus kita lihat adalah kedatangan kakakmu kemari! Jika memang ia masuk ke dalam tiga lima sembilan bersama dengan Mr.Andrew, akan ada kemungkinan dia masuk ke dalam apartemen ini terlebih dahulu kan?” ucapku kepadanya yang kini mengangguk setuju mendengar saran yang aku lontarkan di pagi itu, yang kemudian kami pun pergi menuju ruang security untuk meminta rekaman yang ada di malam hari atau dua hari yang lalu, karea itu adalah satu-satunya cara yang mudah bagi kami untuk mengeceknya. Namun, hari itu anehnya mereka para security tidak memperidzinkan kami untuk mengecek cctv dan mengatakan bahwa kami tidak memiliki wewenang atasnya.
“Pak! Kakak temanku hilang, kami harus melihat CCTV untuk memastikannya!” ucapku kepada salah satu dari kelima Security di sana yang tidak mengidzinkan kami untuk masuk, dan sang Security masih bersi keras jika kami tidak memiliki wewenang atas hal itu.
“Kalian tidak bisa masuk sembarangan, lagi pula jika dia hilang, kau bisa laporkan itu kepada pihak polisi!” ucapnya kepadaku, yang tentu saja hal itu membuatku sangat muak mendengarnya,
“Ku mohon! Kakakku adalah seseorang yang tidak pernah bermasalah dengan orang lain, dia adalah orang yang baik!” ucap Rico kepada sang Satpam, namun dia masih bersi keras dengan keputusannya di sana, hingga pada akhirnya Rico pun menghembuskan napas dan kini mengangguk menanggapi hal itu,
“Baiklah, maaf karena kami mengganggu anda!” ucap Rico, dan hal itu mengejutkanku. Kita berhak meminta rekaman CCTV itu karena termasuk salah satu fasilitas di apartemen ini jika kami mengalami sebuah masalah, namun aku melihat Rico seolah menyerah begitu saja, dan membuatku menjadi tidak terima karenanya.
“A…-
Baru saja aku hendak memprotesnya, namun tangan kiriku kini di genggam oleh Rico dan kemudian menarikku pergi dari hadapan satpam tersebut.
“Hei, apa yang kau lakukan?! apakah kau akan menyerah seperti itu saja, huh?! asalkan kau tahu saja jika cctv termasuk ke dalam fasilitas yang di berikan oleh apartemen ini untuk kita, dan seharusnya satpam membantu kita!” jelasku kepada Rico, yang kini membuatnya mengangguk menanggapi hal itu dan kemudian berkata,
“Aku tahu itu, tapi tenang lah sebentar Scarlet!” ucap Rico kepadaku yang kini mengerutkan dahi mendengarnya berkata seperti itu, aku mengedikkan kepalaku dan kemudian bertanya,
“Apa yang akan kita lakukan?” tanyaku seolah tahu jika Rico akan melakukan sesuatu hal di sana,
“Jika memang kita tidak di perbolehkan, maka setidaknya kita bisa masuk ketika mereka sedang lengah, bukan begitu?” tanya Rico kepadaku, yang kini mengerutkan dahi belum mengerti dengan apa yang akan dia lakukan di sana. Namun, aku mengikuti apa yang ia lakukan saja … karena setidaknya kita membuat sebuah usaha untuk dapat masuk ke ruang CCTV pada saat itu.
…
Pagi menjelang siang itu, Rico membawaku kembali ke apartemen Sophia dan kemudian ia segera melenggang ke dapur untuk kemudian memasak di sana, yang tentu saja membuatku mengerutkan dahi dan kemudian bertanya,
“Apakah kau akan memasak untuk makan siang kita?” tanyaku kepada Rico yang kini mengembangkan senyuman yang menurutku cukup tampan di sana, yang kemudian membuatnya kini menggelengkan kepala seraya berkata,
“Kau benar … tapi ini bukan untuk kita, Scarlet … tapi untuk mereka!” ucapnya yang kini membuka nakas yang terletak tepat di sampingnya dan mengeluarkan satu botol obat yang aku percayai sebagai obat penguras perut di sana, yang tentu saja membuatku merasa jika idenya sampai di dalam benakku saat itu, dan aku tertawa menyadarinya.
“Hahaha …. jadi itu sebabnya kau pergi dan membawaku kemari?” tanyaku dan hal itu membuat Rico menganggukkan kepalanya menanggapi ucapanku di sana, dan aku pun berjalan untuk mendekatinya dan kini menggulung baju lengan panjang pink ku di sana setelah sebelumnya aku melepas topiku itu.
“Baiklah … mari! Aku akan bantu memasak!” ucapku menawarkan diri kepadanya yang kini menganggukkan kepala menjawab perkataanku itu.
Saat itu aku dan juga Rico dengan sengaja memasak makanan yang terlihat sangat-sangat lezat di sana, dan itu adalah tacos, dan juga ayam goreng. Pandanganku kini menoleh menatap ke arah bumbu dari tacos yang di buat oleh Rico di sana dan kemudian membuatku kini mengembangkan senyuman untuk kemudian berucap,
“Wah … kau hebat dalam memasak ya!” pujiku kepadanya yang kini tersenyum menanggapi hal itu,
”Yah … tidka juga, kau sendiri! Aku merasa ingin mencicipi ayam goreng itu, terlihat sangat lezat!” ucapnya kepadaku, yang kini membuatku terkekeh seraya memukul lengannya yang kala itu hendak meraih ayam goreng yang tengah aku susun dengan rapi di atas mangkuk,
“No!! ini bukan untukmu!” ucapku seraya tertawa dan begitu pun dengan Rico yang mendengar tanggapanku di sana.
“Right!” jelasnya kepadaku yang kemudian aku pun mengangguk seraya berkata,
“Apakah itu sudah selesai?” tanyaku kepada Rico yang kini menganggukkan kepala seraya membawa piring Taco itu dan menoleh menatapku,
“Mari kita lancarkan aksi kita!” ucap Rico kepadaku yang kini membuatku tertawa mendengarnya, dan kemudian menganggukkan kepala menanggapi hal itu,
“Ayo!”
….
Tring!!
Aku dengan sengaja menekan bell yang terletak pada meja security di sana, yang membuat dua orang security itu menoleh menatapku yang kini tersenyum dengan manisnya kepada mereka,
“AH … ya? Ada apa?” tanya salah satu Security di sana, dan hal itu membuatku kin I menghembuskan napas seraya berkata,
“Eum, maafkan atas tindakan kami pagi tadi … kami merasa bahwa kau benar, kami orang yang tidak berwenang untuk melihatnya, jadi kami memutuskan untuk membuat makan siang ini untuk kalian semua, silahkan di cicipi!” ucapku kepada mereka yang kini membuatku dan Rico segera memberikan satu mangkuk besar ayam goreng serta Tacos yang sangat menggugah selera mereka di siang itu.
“Ah! Terima kasih atas pemberiannya, kami akan makan dengan senang!” ucap sang Security kepada kami yang kini tersenyum dan segera pergi dari sana.
“Apakah ini akan berhasil?”pertanyaan Rico pada saat itu, membuatku menganggukkan kepala dan kemudian berkata,
“Tenang lah! Aku yakin rencana kita akan berhasil, Rico!” ucapku yang kini menariknya untuk segera terduduk di sofa yang terletak di lobby utama apartemen itu, dan lokasinya adalah berseberangan jauh dengan kantor Security itu.
“Apakah tidak apa jika kita terduduk di sini, Scarlet? Aku melihat ada CCTV juga di sini!” pandanganku kini menoleh menatap Rico, yang kemudian aku tersenyum menanggapinya dan kemudian berkata,
“Ya … tapi tenanglah! Kita hanya perlu bersikap biasa, mereka tidak akan curiga!” ucapku kepadanya, yang kini mengangguk dan kemudian berdeham di sana, karena kami tidka tahu harus bersikap seperti apa, pada akhirnya Rico dan aku pun memutuskan untuk berbincang mengenai sekolahku dan niat profesinya di sana, yang menurutku sangat-sangat keren.
“Jadi … kau akan mengambil bisnis?” itu lah yang aku tanyakan kepadanya yang kini menganggukkan kepala menanggapi hal itu.
“Ya … aku akan mengambil bisnis kuliner, meski jurusanku tidak cocok dengannya!” ucap Rico kepadaku, yang kini membuatku mengerutkan dahi untuk kemudian bertanya kepadanya,
“Eum … memangnya apa jurusanmu, Rico?” tanyaku kepadanya yang kini menoleh menatapku dan berkata,
“Hukum!” ucapnya dan hal itu mengejutkanku,
“Wah … apakah kau ingin masuk ke I.F Corp hingga kau mengambil jurusan itu?” tanyaku kepadanya yang ternyata ia mengangguk menanggapi hal itu,
“Sudah aku duga!” ucapku kepadanya, dan bersamaan dengan itu, Rico menepuk lenganku seraya menatap ke arah ruang Security, yang kini membuatku ikut menoleh ke arah ruangan tersebut, yang di mana kelima Security yang tengah berjaga berlarian dengan langkah yang terburu-buru menuju kamar mandi di sana, dan hal itu membuat kami sadar jika itu adalah saat yang tepat bagi kami untuk masuk.
“Ayo!” ajakku kepada Rico, kami berlari dengan cepat menuju ruang kantor Security dan segera mengunci pintunya dari dalam setelah merasa bahwa tak ada satu pun Security yang berada di dalam ruangan itu.
...