Berbincang

1479 Kata
Malam itu, aku termenung di atas kasurku. Bukan karena merasa tidak nyaman dengan kasurnya, namun menjadi tidak tenang dan terus merasa was-was semenjak Sir Nicholas menjelaskan mengenai sebuah kemungkinan yang ia ketakan kepadaku beberapa jam yang lalu. Yang tentu saja hal itu sungguh menggangguku. “Ah … apakah benar seperti itu? Jika itu benar … itu sangat mengerikkan!” gumamku dengan pelan, yang pada akhirnya aku sama sekali merasa tidak enak jika sendirian di apartemen itu, “Apa yang harus aku lakukan??” gumamku, aku lagi-lagi menghela napasku merasakan tidak enak, yang pada akhirnya aku pun tidak bisa melakukan apapun selain menghubungi Rico adikku dan bertanya mengenai bagaimana kabar dan keadaan dari Lisa, meski sebenarnya saat itu, aku tidak terlalu penasaran dengannya, hanya ingin merasa ditemani saja, itu lah niatku menghubungi Rico di malam itu. … Dan pada akhirnya aku hanya bisa tertidur selama dua jam saja untuk kemudian bersiap dan berangkat kerja. Hal itu sungguh menyiksaku, pemikiran-pemikiran tentang hal yang tidak-tidak. Karena kekurangan beristirahat, aku menjadi mudah menguap, yang tentu saja hal itu membuat nilaiku di mata Mr.William. “Sophia … apakah kau baik-baik saja?” itu lah yang ditanyakan oleh Mr.William di sela rapat kami semua, yang tentu saja hal itu membuatku terkejut dan sekaligus malu bukan main, aku menyadari bahwa sedari tadi Mr.William pasti lah memerhatikan diriku, yang kini dengan segera menggelengkan kepala untuk kemudian tersenyum dan berucap, “T… tidak ada apa-apa Pak … silahkan lanjutkan menjelaskan, saya akan mencatat seluruhnya!” itu lah yang aku jelaskan kepadanya, sebelum akhirnya ia melanjutkan menerangkan perkembangan yang tengah mereka alami di sana. … “Hhh …” aku hanya bisa menghelakan napasku ketika aku merasa bahwa hari ini sangat-sangat kacau, dan bahkan alih-alih aku menghampiri teman-temanku yang ada di ruang staff, aku justru berdiam diri saja di meja tempatku bekerja ketika waktu jam istirahat tiba di sana. “Hei … apa yang terjadi?” pandanganku dengan segera menoleh menatap Bob yang baru saja bertanya kepadaku, dan tentu saja hal itu membuatku menyadari bahwa kini mereka bertiga lah yang mendatangiku di waktu istirahat itu. “Aha … t .. tidak .. hanya kesulitan untuk tidur saja malam tadi!” jelasku menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Bob, yang kemudian pandanganku kini menoleh menatap ke arah Marla yang merangkulku dan kemudian berucap, “Lalu … bagaimana dengan kabar sahabatmu Lisa?” pertanyaan Marla saat itu menyadarkanku bahwa aku sama sekali belum memberitahu keadaan yang telah terjadi di hari kemarin, yang membuatku kini berucap, “Oh ya … Lisa sudha berhasil kami temukan dna sekarang dia sudah berada di rumahnya!” jelasku kepada mereka yang terlihat sangat bersyukur ketika mendengarnya, untuk kemudian membuat Charlotte kini berkata, “Itu bagus bukan?? lalu kenapa kau malah tidak bisa tidur semalaman? Adakah hal lain yang mengganggumu, Sophia?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Charlotte pada saat itu, membuatku kini menganggukkan kepala dan kemudian menghembuskan napasku lagi, ketika merasa bahwa aku tidak sanggup untuk menceritakannya meski sebenarnya aku sangat ingin, berbagi ketakutanku mungkin bisa membuatku menjadi sedikit lebih lega dan lebih berani lagi, oleh sebab itu lah aku bercerita kepada ketiganya, “Lisa pergi dari apartemenku, karena ia diikuti oleh seseorang, aku tidak tahu siapa … namun polisi menduga jika salah satu yang tinggal di apartemen lah pelakunya!” jelasku kepada mereka yang kini saling bertatapan satu sama lain, yang pada akhirnya aku tahu jika aku harus menjelaskannya dari awal, dan akhirnya itu pun aku lakukan. “Apa?! jadi orang yang mengancam itu bisa saja berada di apartemenmu?” aku menganggukkan kepala ketika Marla bertanya seperti itu, yang kemudian membuat Charlotte pun kini menghembuskan napasnya untuk kemudian berkata, “Jadi itu yang membuatmu tidak bisa tertidur malam tadi?” tanyanya dan kembali aku anggukkan kepala untuk menjawab pertanyaan tersebut, “Lalu … apa yang akan kau lakukan sekarang? Apakah kau akan pindah dari apartemen itu dengan segera?” tanya Bob, dan hal itu membuatku tertawa ketika merasa jika Bob tengah bercanda, Yang benar saja? Aku tidak mungkin pindah secepat itu bukan? “Aku tidak bisa melakukannya! Aku sudah membayar sewa apartemen itu dengan seluruh tabunganku, dan tentu saja aku tidak memiliki uang yang banyak hanya untuk pindah Apartemen lagi!” jelasku yang kini Bob pun hanya mengangguk saja mendapati penjelasanku di sana, “Bagaimana jika kau tinggal di apartemenku untuk satu minggu? Kali saja setelahnya stalker itu di tangkap, jika memang dugaan polisi itu benar!” aku terkekeh ketika mendengar Marla memberikan saran kepadaku, dan tentu dengan cepat aku menggelengkan kepala untuk menjawab ajakannya untuk tinggal di tempat tinggalnya pada saat itu. “Aha … tidak perlu serepot itu, aku baik-baik saja … hanya merasa sedikit tidak nyaman, namun aku yakin aku bisa tidur hari ini karena aku sudah menceritakan ini kepada kalian1” jelasku dan hal itu membuat Marla menghembuskan napasnya dan kembali menepuk bahuku di sana untuk kemudian berkata, “Tapi jika kau merasa tidak nyaman di sana … kau bisa hubungi aku!” ucap marla dengan baiknya, yang tentu saja aku tersenyum mendengar hal itu, dan menganggukkan kepala untuk Marla. Aku merasa senang, setidaknya ketiga temanku ini memang orang-orang yang baik, dan pada akhirnya setelah kami berbincang sedikit, kami pun memutuskan untuk makan bersama di restaurant pizza terdekat, yang tentu saja hal itu membuat perasaan ku menjadi semakin baik lagi. “Sophia … untuk hari ini, apakah kau ingin aku antar? Kebetulan aku membawa mobil!” ucap Bob kepadaku yang kala itu tengah melahap pizza papperoni yang lezat di sana, aku tersenyum mendengarnya menawariku, namun dengan cepat aku menggelengkan kepalaku dan berkata, “Tak apa … aku akan berjalan kaki saja, lagi pula … aku harus pergi ke mart dan membeli beberapa persediaan di Apartemenku!” jelasku kepadanya seraya memberi alasan, ya … sebenarnya aku tidka perlu berbelanja karena kulkasku sudah terisi dan dipenuhi sebelumnya oleh makanan yang di bawa oleh Rico, namun aku mengatakan itu hanya untuk meyakinkan Bob bahwa dirinya tidak perlu repot mengantarku di sana, dan itu berhasil karena kini Bob menganggukkan kepala menanggapi jawabanku di sana. “Aku akan menumpang dan meminta antar kepadamu lain kali saja!” jelasku kepadanya yang kini tersenyum menanggapi itu dan mengangguk, kami kembali berbincang di sana dan itu sangat-sangat seru, hingga pada akhirnya aku sendiri terlupakan dengan seorang stalker yang mengancam Lisa di sana, dan akhirnya bisa tertidur dengan pulang ketika aku pulang di malam harinya. … Ddrt … drrtt … Pandanganku malam itu menoleh menatap ke arah sebuah chat yang baru saja aku dapati dan aku menyadari jika chat itu berasal dari Andrew yang menanyai diriku saat itu, ‘Sophia … bagaimana kabarmu? Apakah kau sudah mendapat kabar dari Lisa?’ Itu lah yang ia kirim kepadaku, dan tentu saja aku merasa senang karena di tengah kesibukannya, Andrew merasa khawatir dan menanyai kabarku dan juga perkembangan dari Lisa, yang tentu saja aku langsung menghubunginya setelah meyakini jika kini Andrew sudah berada di Apartemennya, karena ini sudah bukan jam untuk bekerja lagi. “Sophia … bagaimana?” itu lah yang ia tanyakan ketika mengangkat sambunganku, yang kemudian membuatku tersenyum seraya berucap, “AKu baik … syukurnya semalam kami sudah menemukan Lisa! Dia selamat dan baik-baik saja!” jelasku kepadanya, “Sungguh?!” tanya Andrew dan aku mengangguk untuk kembali berkata, “Ya!” setelah menyadari jika Andrew tidak akan mungkin melihatku mengangguk di sana, “Bagaimana kronologinya? Dia ditemukan oleh siapa?” tanya Andrew merasa penasaran, yang pada akhirnya malam itu pun aku menjelaskan seluruh hal yang aku alami, mengenai Mr. Dan Mrs Robby, dan bahkan seseorang yang telah mengejar serta mengancam Lisa dan kedua pasangan tua itu, yang tentu saja membuat Andrew kini memberikan reaksi berupa, “Mengerikan … kenapa ada orang yang sejahat itu? Apa sebabnya ia melakukan itu pada Lisa?” itu lah yang ia katakan, dan membuatku menggelengkan kepala untuk kembali berkata, “Entah lah … tapi Sir Nicholas menduga jika pelakunya tinggal di apartemen kita!” jelasku, “Apa?! kh … tidak mungkin … apartemen ini memiliki keamanan yang hebat, mana mungkin ada seorang penjahat di sini?” jelas Andrew, dan kembali aku mengedikkan kedua bahuku di sana untuk kemudian kembali berucap kepada Andrew di dalam telfon, “Yeah … temanku berkata jika itu masih kemungkinan, dan juga dugaan… jadi aku rasa aku hanya perlu berhati-hati, yakkan Andrew?” tanyaku kepadanya, “Yeah … kau harus berhati-hati … jangan sampai hal buruk terjadi kepada kita, Sophia … dan aku sarankan kau tidak perlu terlalu ramah kepada para tetangga karena kita tidak tahu apa yang ada di dalam hatinya saat itu!” aku tersenyum dan mengangguk, “Yeah … terlebih penghuni Tiga Lima Lima … dia sangat membuatku curiga dengan tingkah lakunya!” ucapku dan Andrew tertawa mendengar hal itu, yang pada akhirnya perbincangan kami pun memanjang hingga ke mana saja, dan berakhir dengan aku yang tertidur dan begitu pula dengan Andrew. Kami terlalu banyak berbicara hingga terlalu lelah bahkan hanya untuk menutup sambungan telfon kami. …
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN