Di sini lah aku saat ini, berbincang bersama dengan dua orang polisi hanya untuk membahas hal yang aku alami di malam jumat itu, yang tentu saja aku menjelaskan semuanya dengan sesadarku. Aku pikir hal ini tidak akan memakan waktu lama, namun pada kenyataannya aku harus datang dua kali dalam satu minggu itu, dan yang terakhir menghadapiku adalah Sir Nicholas sendiri.
“Sophia … ada beberapa hal yang harus aku tanyakan kepadamu kembali!” jelas Sir Nicholas kepadaku, yang tentu saja aku menganggukkan kepala mendengar hal tersebut yang akhirnya membuat dirinya kembali bertanya seolah meyakinkanku di sana,
”Saat itu, kau benar-benar mendengar suara jeritan di sana?” aku menganggukkan kepala menanggapi pertanyaan dari Sir Nicholas di sana, yang kemudian membuatku kini berkata,
“Yeah! Aku jelas mendengarnya, namun aku mengurungkan niatku untuk mengecek keadaan dari Mrs.Edles karena Andrew menahanku melakukannya Sir, aku sendiri bingung dengan sikapnya saat itu!” jelas Sophia, yang membuat Sir Nicholas kini menganggukkan kepala untuk kemudian berkata,
“Yeah … aku tahu alasannya bertindak seperti itu kepadamu Sophia!” ucap Sir Nicholas, yang tentu saja membuatku merasa penasaran dengan apa alasan di balik berbohongnya Andrew kepadaku pada saat itu,
“Apakah aku boleh mengetahui alasannya? Agar setidaknya aku tahu apa niatannya dan agar aku tidak mencurigai dirinya jika memang ia tidak ada kaitannya dengan kematian dari Mrs.Edler!” jelasku kepadanya, yang kini menganggukkan kepala seraya berkata,
“Tentu! Itu sebabnya aku memanggilmu kemari! Andrew mengaku sengaja menahanmu ,malam itu, karena ia tidak mau kau terlibat!” jelasnya kepadaku, yang tentu saja membuatku terkejut sekaligus kebingungan mendengarnya,
“Huh?! … a, apa maksudmu?dia mengetahui itu terjadi, namun ia menahanku untuk menghentikannya?” tanyaku kepada Nicholas, yang membuatnya kini menghembuskan napas dan berkata,
“Dia tidak tahu jika ternyata itu merupakan sebuah aksi pembunuhan, Sophia … Andrew hanya mendengar suara debukan di sana, yang membuatnya mengira jika itu hanyalah hal yang menyangkut antara suami dan istri, dan ia juga mengaku jika Mrs. Edler memberitahunya di hari sebelumnya jika suami kesembilannya akan datang!” jelas Sir Nicholas, yang membuatku kini mengerutkan dahi mendengarnya mengatakan hal itu,
“Suami yang kesembilan?” tanyaku kepadanya yang kini mengangguk menanggapi hal itu,
“Mendengar kesaksianmu dan juga informasi dari Andrew, membuat kami mencurigai Mr.Sam, suami dari Mrs. Edler!” jelas Sir Nicholas kepadaku, yang membuatku kini menghembuskan napas untuk kembali bertanya,
“Lalu, apakah kau sudah mendapatkan kesaksian dari Mr. Sam, Nicholas?” sebuah pertanyaan yang aku lontarkan pada saat itu, membuatnya kini menggelengkan kepalanya dan kemudian berkata,
”Kami tidak bisa melakukannya, kasus ini sudah akan di tutup, Sophia!” jelasnya kepadaku, yang membuatku kini mengerutkan dahi mendengar hal itu,
“Di tutup?” Sir Nicholas menganggukkan kepala untuk kemudian berkata,
“Mr.Sam kami putuskan sebagai pelakunya setelah kami menggerebekhotel tempat ia tinggal, Sophia!” jelasnya lagi, yang membuatku kini mengangguk mendengarnya,
“Jadi sia akan ditahan?” tanyaku kepadanya yang kembali menggelengkan kepala seraya berkata,
“Sayangnya kita tidak dapat melakukannya, Sophia!” aku praktis mengerutkan dahi mendengarnya,
“Kenapa tidak bisa?” tanyaku,
“Dia ditemukan tewas, ia melakukan aksi bunuh diri satu hari setelah ia membunuh Mrs.Edler!” tidak ada yang bisa aku ungkapkan pada saat itu selain terkejut dan terdiam kaget mendengarnya, dan karena mendengar penjelasan itu lah yang membuatku kesulitan untuk tidur di malam itu. Aku terus saja termenung memikirkan rangkaian cerita yang telah di paparkan oleh Nicholas di sana.
Aku tidak menyangka jika hal seperti itu terjadi, hingga pada akhirnya sebuah pertanyaan pun muncul dari dalam benakku, apa yang mendasari suami dari Mrs. Edler membunuh sang istri dan melakukan aksi bunuh diri setelah membuang jasadnya secara terpisah?
Ada beberapa hal yang menurutku tidak masuk ke dalam akalku di situ, dan salah satunya adalah pemicu pembunuhan itu yang belum terungkap, meski pihak polisi mengatakan bahwa itu sudah jelas karena cemburu.
…
Sore itu, setelah selesai melakukan sesi dengan Sir Nicholas di kepolisian, aku pun memutuskan untuk pulang ke apartemen, dan secara tidak sengaja bertemu dengan Andrew di lift itu. Dan hal pertama yang aku rasakan adalah curiga, ya … aku merasa masih mencurigai Andrew atas tindakannya berbohong kepadaku pada saat itu, yang membuatku mengurungkan niatku dalam memastikan keadaan dari Mrs. Elder yang berakhir dengan menyedihkan.
“...” aku sama sekali tidak tersenyum kepadanya dan masuk begitu saja ketika dirinya pada saat itu tersenyum kepadaku. Bahkan keheningan di dalam lift pun tercipta.
“Ehem … Sophia!” panggilan Andrew pada saat itu, tidak membuatku menoleh sedikit pun ke arahnya,
“Aku tahu kau marah karena aku berbohong pada saat itu, tapi sungguh … aku tidak tahu jika itu akan menjadi seburuk ini! Jika bisa aku mengulang waktu, aku akan bertindak dan mengetuk pintu itu sama seperti ketika kau mendengar suara di kediaman Sir Nicholas!” ucapan Andrew saat itu, membuatku sadar. Ya … Andrew tidak memiliki pemikiran sampai ke hal yang buruk, karena sebelumnya ia mengaku kepada pihak kepolisian jika Mrs. Edler mengatakan kepadanya bahwa sang Suami akan datang di malam itu. Yang tentu ia tidak mau aku menjadi pengacau malam mereka dan membuat nilaiku semakin buruk di mata Mrs. Edler. Membuatku kini sadar jika Andrew melakukannya hanya karena ia ingin melindungiku dari tingkah laku Mrs. Edler di sana.
Pandanganku kini menoleh menatap Andrew yang terlihat sangat menyesal di sana, dan pada akhirnya aku mengangguk menanggapi hal itu seraya berkata,
“Tak apa … tidak perlu meminta maaf, lagi pula … kita sama-sama tidak tahu apa yang telah terjadi!” ucapku kepadanya yang kini tersenyum mendengar hal itu dan kemudian ia mengangguk di sana.
“Jadi … kau memaafkanku?” tanyanya, dan hal itu membuatku tersenyum seraya berkata,
“Yeah … aku akan memaafkanmu jika kau mentraktirku makan malam ini!” jelasku kepadanya, dan beruntung ia dengan enteng mengangguk menjawab hal itu seraya berkata,
“Ok … kita akan makan malam ini, dan kau yang memutuskan di mana tempat kita makan!” ucapnya dengan santai seraya tersenyum kepadaku, yang tentu saja membuatku terkejut karena tidak tahu jika ia akan melakukannya sekarang juga.
“K … kita akan makan sekarang juga?” tanyaku kepadanya yang kini mengangguk dan berucap,
“Yeah … kita siap-siap lima belas menit, lalu pergi … bagaimana? Karena kurasa aku tidak akan memiliki banyak waktu di hari besok!” jelasnya kepadaku, dan ya … aku tahu dia sangat sibuk, jadi kesempatan yang bagus untukku hari itu, membuatku mengangguk menanggapinya,
“Baiklah … kita pergi malam ini!” ucapku dengan senang kepadanya, dan malam itu kami pun makan malam bersama yang tentu saja Andrew lah yang mentraktirku.
…