Hal yang Mengejutkan

1428 Kata
Semenjak sakit dan cuti selama lima hari sesuai saran dokter, pekerjaanku bertambah banyak dan bahkan Mr.William sudah mengingatkanku sebelumnya, namun karena itu merupakan sebuah konsekuensi, aku menerimanya saja dan menyelesaikan pekerjaanku secepat mungkin agar tidak molor. Aku bahkan sering pulang malam dan dengan sengaja datang ketika hari libur tiba hanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersendat karenaku, meski sebenarnya yang tersendat hanya file-file lama yang harus aku susun ulang dan merapihkan box-box di ruang arsip milik Mr.William, yang merupakan file penting yang tidak sembarang orang bisa merapihkannya di sana. Ya … Mr.William mempercayakan tugas itu kepadaku, dan aku tentu tidak boleh mengecewakannya. Di hari sabut itu, aku sengaja datang di pagi hari san akan pulan pada jam makan siang tiba. Tentu saja tak ada yang menemaniku di sana, sehingga aku sendiri bisa dengan leluasa memutarkan musik kesukaanku seraya bekerja dengan serius menata semua file itu. “Hmmm … hm … hmm..!” aku bergumam mengiringi nyanyian dari Taylor Swift, seseorang penyanyi wanita yang aku sukai, aku sesekali bahkan mengangguk-anggukkan kepala mengikuti irama lagunya, dan ya … aku adalah orang yang bisa bekerja dengan cepat jika mendengarkan sebuah lagu yang menjadi lagu favoritku. Ketahui lah bahwa itu sangat-sangat membantuku hari ini. “Yap, semua telah selesai!” ucapku dengan riangnya ketika menyadari bahwa semua file itu telah tersusun rapi, dan semua tugas yang tersendat semenjak minggu kemarin, kini akan bisa berjalan normal di senin depan, hal itu tentu saja membuatku merasa sangat-sangat senang. Pandanganku kini beralih untuk menatap jam tangan yang kala itu menunjukkan pukul sebelas lebih dua puluh menit, yang membuatku terkejut karena ternyata ekspetasiku lebih molor dari realitanya, namun hal itu justru sangat baik, karenanya aku tidak perlu memesan makanan di cafe dan bisa menyantap masakan yang aku masak sendiri di rumah nanti. “Baiklah … akan menjadi lebih baik jika aku pulang sekarang!” itu lah yang aku gumamkan sebelum akhirnya menutup rapat ruang kantor Mr.William dan membawa kunci cadangan yang memang aku miliki di sana. Sepanjang perjalanan menuju apartemen, pikiranku kini tertuju kepada makanan apa yang harus aku masak untuk siang ini? Apakah steak? Pasta? Tacos? Namun alih-alih memutuskan ketiganya, pandanganku kini beralih menatap sebuah restauran kebab terdekat yang terlhat cukup lezat di sana, yang pada akhirnya aku pun mengurungkan niatku untuk memasak dan memutuskan untuk menyantap menu yang ada di restaurant itu. … Jam menunjukkan pukul setengah dua, dan setelah aku menyantap serta menongkrong sebentar di restaurant tersebut, pada akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke apartemen dan beristirahat. Di dalam pikiranku saat ini, menonton sebuah film drama korea akan menjadi sangat seru, dan itu lah yang akan aku lakukan. Dengan riang aku berjalan untuk memasuki gedung apartemenku, namun pandanganku kini tertuju ke arah mobil-mobil polisi dan juga para polisi yang tengah berbincang di sekitar sana, dan bukan hanya ada satu, namun cukup banyak personil polisi pada saat itu, yang tentu saja membuatku merasa penasaran dengan apa yang telah terjadi sebelumnya? Pandanganku kini menoleh menatap Sir Nocholas yang tengah berbincang dengan para polisi di Lobby utama apartemen, untuk kemudian dia berjalan menuju lift, yang tentu saja membuat aku berlari untuk menghampirinya seraya memanggil namanya di sana, “Sir, Nicholas!” itu lah panggilku, yang membuatnya kini menoleh dan tersenyum ke arahku seraya berkata, “Ah, Sophia! Kau rupanya … bagaimana kondisimu? aku lihat kau sudah sehat!” ucapnya, dan aku tersenyum seraya mengangguk untuk menanggapi ucapan tersebut, “yeah, terima kasih atas pertolonganmu minggu lalu, aku tidak tahu harus bagaimana lagi jika kau tidak bisa melakukannya saat itu!” ucapku kepadanya yang kini tersenyum menanggapi hal itu dan kemudian mengangguk seraya berkata, “Itu sudah menjadi sesuatu yang menjadi keharusan karena kau adalah tetanggaku, Sophia!” jelasnya, dan aku menganggukkan kepala untuk kemudian segera membahas topik yang ingin aku ketahui saat ini, yang membuatku kini bertanya, “Ah, Sir Nicholas … jika boleh tahu, kenapa banyak sekali aparat kepolisian di sini? Adakah yang terjadi?” aku menatap ke arah Sir Nicholas yang nampaknya ia menjadi tegang setelah aku bertanya seperti itu, sebelum akhirnya ia berkata, “Eum … kami tengah mengecek salah satu penghuni apartemen, Sophia!” ucapnya dan hal itu membuatku mengerutkan dahi dan merasa bahwa jawaban itu belum jelas bagiku, dan aku rasa Sir Nicholas mengerti dengan raut wajah yang aku perlihatkan saat itu, sehingga kini ia menghembuskan napasnya dan kembali berkata, “Look! Apakah aku melihat Jannet akhir-akhir ini?” aku mengerutkan dahi ketika Sir Nicholas bertanya seperti itu kepadaku, “Siapa Jannet? Aku tidak tahu siapa dia!” ucapku kepada Sir Nicholas yang kini menghembuskan napasnya dengan pelan sebelum akhirnya meralat dengan cepat ucapannya yang kini berkata, “Edler! Mrs. Jannet Edler!” ucapnya dan hal itu membuatku tersadar dan tahu siapa yang di maksud oleh Sir Nicholas di sana, wanita sombong yang tinggal di apartemen tiga lima lima, yang tentu saja membuatku menggelengkan kepala dan kemudian berkata, “Selama satu minggu yang lalu aku tidak pernah keluar karena sakit, dan satu minggu ini aku juga sibuk, jadi aku tidak banyak berada di apartemen!” jelasku kepada Sir Nicholas yang kjini mengangguk dan kemudian membuatku kembali bertanya kepadanya, ”Eum … by the way, ada apa dengan Mrs.Edler. Sir Nicholas?” tanyaku kepadanya yang kini menatapku untuk kemudian kami berdua dengan bersama-sama keluar dari dalam lift yang sudah berada di lantai tempat kami tuju, untuk kemudian Sir Nicholas berkata, “Kami menemukan jasad dari Mrs.Edler, Sophia! Dia kami temukan tewas dengan cara yang mengerikan dan tersebar di beberapa titik, itu sebabnya pihak polisi datang kemari untuk melihat kondisi dari apartemennya, jika-jika benar dugaan kami adalah perampokan!” napasku seolah berhenti detik itu juga, aku seketika mematung setelah terkejut mendengar pemberitaan menyedihkan menbgenai tetanggaku, meski ya … kami tidak begitu akrab, namun tetap saja itu sangat mengejutkanku. “L…Lalu, apa yang kau temukan, Sir?” tanyaku kepada Sir Nicholas yang kini menggelengkan kepalanya dan berkata, “Kami menemukan jejak penyiksaan di apartemennya, banyak sekali darah milik Mrs.Edler yang berceceran di mana-mana, jadi kami sednag melakukan investigasi!” jelasnya kepadaku, yang tentu saja membuatku seketika merasa tidak enak badan dan pusing serta lemas, namun detik kemudian aku teringat dengan suara-suara aneh di hari jum’at malam itu, ya … aku dengan jelas mendengar suara wanita yang berteriak meski aku mendengarnya dengan samar, namun aku yakin jika suara itu berasal dari apartemen Mrs.Edler. “Sophia … Sophia??” aku terentak dan segera tersadar dari lamunanku ketika Sir Nicholas memanggilku di sana, aku menoleh menatapnya yang kini berucap, “Kau tidak perlu khawatir … kami akan segera menyelesaikan kasus ini, dan kau bisa dengan nyaman tinggal di sini! Ok …” ucapnya kepadaku, dan hal itu membuatku ragu mengenai apakah aku harus mengatakannya kepada Sir Nicholas atau tidak, namun karena merasa bahwa itu bisa dijadikan sebagai sebuah clue, aku pun kin I berkata, “ Eum … Sir, Sir Nicholas!” panggilku dan kini ia menoleh menatapku, dan membuatku kini berkata, “Se … sebenarnya , aku mendengar sebuah suara pukulan dan jeritan pada jumat malam ketika aku masih sakit! Tapi awalnya aku pikir itu berasal dari apartemenmu, dan mengira bahwa Scarlet tengah melatih dirinya untuk turnamen!” jelasku kepada Sir Nicholas yang kini mengerutkan dahinya dan kemudian berkata, “Apa ..?? tunggu! Kau mendengar sebuah suara pukulan?” tanya Sir Nicholas dan aku mengangguk, “Aku pikir itu Scarlet!” ucapku kepadanya yang kini menghembuskan napas dan berkata, ”Jum’at lalu aku dan Scarlet tidak ada di rumah, Sophia … kami mengunjungi orang tua mendiang istriku untuk memperingati hari kematiannya!” jelas Sir Nicholas kepadaku dan membuatku kini menahan napas dan berkata, “Ja … jadi, suara jeritan wanita itu bukan halusinasiku?? Hh … padahal seharusnya aku mengetuk pintu Mrs.Edler untuk memastikan!” ucapku merasa menyesal karena tidak melakukan hal itu, dan membuat Sir Nicholas kini mengerutkan dahi seraya kembali bertanya, “Ke … kenapa kau tidak melakukannya?” tanya Sir Nicholas, “Aku pikir aku berhalusinasi karena sakit … bahkan Andrew yang menyapaku juga mengatakan bahwa ia tidak mendengar apapun meski aku masih mendengar suara pukulan itu!” jelasku kepada Sir Nicholas, aku dengan jelas melihat dahinya mengerut dna ia memiringkan kepalanya seraya bertanya, “Andrew?!” tanytanya, dan aku menganggukan kepalaku, dan karenanya kini ia terdiam di sana untuk beberapa detik sebelum akhirnya berucap, “Sophia … karena aku rasa kau mendengar sesuatu, mau kah kau membantuku dan menjawab beberapa pertanyaan nantinya?” mendengar hal itu membuatku merasa ragu, karena mungkin aku bisa saja menjadi saksi secara tidak langsung tentang kematiannya, namun aku juga tidak bisa menolak karena aku sudah terlanjur menjelaskan itu semua kepadanya, yang pada akhirnya membuatku kini menganggukkan kepala menanggapi permintaannya. … 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN