Kecurigaan dan Halusinasi

1458 Kata
Sebenarnya aku tidak perlu memikirkan apakah Andrew akan tertular atau tidak, karena dengan sengaja aku membukakan pintu balkon agar sirkulasi udara terus berputar dan virus-virus yang ada padaku tidak akan menulari Andrew di sana, dan terlebih aku memakai masker pada saat ini. “Jadi, kau pasti tahu ini semua dari Sir Nicholas kan?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan olehku membuatnya kini tersenyum dan menganggukkan kepala, yang tentu saja aku sudah pastikan bahwa itu akan terjadi, mengingat Sir Nicholas cukup ramah dengan Andrew. “Jadi … sudah berapa lama kau di rumah? Aku menjadi jarang melihatmu di luar akhir-akhir ini!” jelasnya dan aku kembali tertawa mendengar hal itu, “Yeah … aku diperintahkan untuk beristirahat selama lima hari ini! Dan itu cukup membuatku bosan, hahaha!” jawabku di sana, dan ia mengangguk mendengarkanku. “Sophia … adakah yang mengganggumu akhir-akhir ini? Kudengar dari beberapa satpam yang berjaga, kau mendatangi Mark siang ini!” aku menganggukkan kepala mendengar hal itu, dan karena aku mempercayai Andrew di sana dibandingkan dengan Mark tetanggaku, aku pun bercerita mengenai suara yang menggangguku selama tiga hari terakhir itu. “Aku mendengar suara debukan, meski memang ia berkata bahwa ia tengah memasang sebuah lemari, namun aku merasa jika itu terlalu sering dan bahkan bisa lebih dari tiga jam, dan tentu saja membuatku bingung, mana ada memalu sesuatu hal selama tiga jam berturut-turut dan selama tiga hari, dan baru hari ini suara itu berhenti, dan itu pun ketika aku menegurnya tadi, tidakkah itu mencurigakan?” gumamku kepadanya, dan hal itu membuat Andrew mengerutkan dahi dan kemudian berkata, “Yeah … itu cukup mencurigakan! Apakah kau sudah melaporkan ini kepada Sir Nicholas dan yang lainnya?” tanya Andrew, dan aku menggelengkan kepala menanggapinya, “Belum! Aku memang berniat untuk melapor kepada Sir Nicholas, tapi kurasa itu hanya akan membuat hubunganku dan Mark buruk jika aku mencurigai dirinya saat ini, hahaha! Tidak mungkin ia pengutit yang mengancam Lisa kan!” aku tertawa seraya berkata seperti itu, dan Andrew hanya terkekeh mendengarnya untuk kemudian menganggukkan kepala di sana. “Yeah … itu tidak mungkin, tapi Sophia … aku rasa ada baiknya jika kau tidak menaruh kecurigaan itu terus menerus ya … dan saranku saja, jangan terlalu dekat dengan Sir Nicholas dan juga Mark!” jelasnya kepadaku, yang tentu saja aku merasa penasaran mengenai kenapa dirinya yang melarangku untuk mendekati keduanya, dan nampaknya ia tahu aku merasa penasaran akan hal itu, yang membuatnya kini kembali berkata, “AKu tidak mau kau terlibat masalah mereka! Sir Nicholas pernah bermasalah dengan Mark karena Scarlet, dan itu berujung dengan pindahnya penghuni tiga lima sembilan beberapa tahun yang silam, dan tentu saja itu membuat suasana menjadi tidak nyaman saat itu! Bahkan Mark menjadi jarang menyapa dan bersosialisasi dengan kami semua karena masalah itu!” jelasnya, yang tentu saja membuatku penasaran dengan permasalahan apa yang terjadi hingga mengacaukan sosialisasi mereka? Namun karena memang mungkin seharusnya itu tidka perlu di bahas, aku hanya bisa menganggukkan kepalaku menanggapinya, “Ya … aku akan berusaha untuk mengabaikan hal ini dan membiarkan Mark! Aku tidak ingin ada pertengkaran di sini, itu tidak akan menjadi nyaman!” jelasku dan memang aku tidak menyukai ketikad nyamanan, dan nampaknya ini sudah cukup nyaman jadi tidak perlu ada masalah agar aku menjadi betah di sini. Aku menatap Andrew yang kini tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil menatapku di sana, dan itu lah perbincangan yang kami lakukan pada malam itu, sebelum akhirnya Andrew berpamitan untuk pulang karena ia memiliki banyak kasus yang harus ia kerjakan, dan tentu aku tidak akan menahannya lama-lama di dalam apartemenku ini. … Buk … buk … buk … Malam hari itu, aku terbangun dari tidur nyenyakku. Aku terbangun karena haus dan di saat yang bersamaan mendengar suara debukan yang tipis yang masuk ke dalam kamarku. “Ngh??” aku menoleh menatap ke arah jam dinding, yang kini menunjukkan pukul dua dini hari. Itu sebuah suara yang perlu di tanyakan jika suara itu muncul di jam segini. “Apakah Scarlet berlatih lagi?” tanyaku di sana, namun karena aku tidak ingin mempermasalahkannya, jadi aku menganggap jika suara debukan itu berasal dari apartemen tiga lima enam, di mana pasti lah Scarlet dan juga Sir Nicholas yang tengah berlatih untuk pertandingan minggu ini, dan itu lah yang aku percayai pada saat itu. Buk … buk … buk … Namun, ketika aku dengar secara seksama mengenai suara debukan itu, aku merasa jika suara itu tidak asing di telingaku, dan ritmenya sangat berbeda dari pertama kali aku mendengar suara debukan di malam hari ketika aku meminta Andrew untuk bertanya kepada sir Nicholas di sana. Ya … suara debukan ini lebih mirip dari suara debukan yang aku dengar di sisi apartemen tempat Mark tinggal, hanya saja suaranya terdengar jauh dan samar. “Hh?? apakah dia memalu di sisi lainnya saat ini?” itu lah yang ada di dalam pikiranku saat itu, ck! Aku tidak tahu harus menjawab seperti apa dan akhirnya aku hanya mengambil sisi positifnya dan beranggapan bahwa itu adalah Scarlet dan juga Sir Nicholas. Aku melenggang mengambil air minum untuk kemudian kembali tidur agar setidaknya aku tidak merasa penasaran mengenai suara dari debukan yang tidak berkseudahan di sana. Baru saja aku memejamkan mataku, tiba-tiba saja aku mendengar sebuah suara teriakan yang tipis di antara debukan itu, yang membuatku membuka kedua mata dengan seketika dan berusaha untuk kembali mendengar apa yang aku dengar di sana, untuk memastikan bahwa itu benar suara teriakan dan bukan hal yang ada di dalam pikiranku saja pada saat itu. “Aa!” itu adalah suara yang aku dengar pertama kalinya, yang membuatku kini terdiam membisu diantara keheningan malam dan suara debukan yang terdengar semakin keras dan semakin kencang. BUK!! Buk!! Buk!! “Hng!” dan ya! Aku praktis terbangkit dari kasurku setelah mendengar suara tersebut, dan aku segera saja berjalan untuk keluar dari apartemenku dan memastikan asal suara dari debukan dan teriakan tipis yang aku dengar di sekitar sana. “Hh … hhh …” napasku menjadi menderu setelah merasa panik tidak karuan, aku sengaja berjalan tanpa mengenakan alas kakiku, berjalan keluar dengan perlahan ketika dengan sangat pelan aku membuka pintu apartemenku di sana. Dan suara debukan di sana masih terdengar diantara kesunyian di malam hari itu. Buk! Buk! Aku menolehkan pandanganku ke arah lift, dan kemudian beralih menatap ke arah ujung koridor apartemenku, berusaha untuk menentukan dari mana asal suara debukan tipis di sana. Dan aku meyakini jika suara itu berasal dari ujung koridor di mana Tiga lima-lima tinggal, dan membuatku kini melangkah perlahan-lahan untuk mendekati pintu apartemen tersebut. Suara itu masih berlanjut dan tidak berkesudahan, yang membuatku kini hendak menekan tombol dari bel milik apartemen tiga lima lima, namun pergerakanku terhenti ketika Andrew memanggilku dan mengejutkanku di sana. “Sophia?” dan aku dengan segera terlonjak untuk menoleh menatapnya yang berada tepat beberapa meter di belakangku saat itu, “Ah … Andrew!” ucapku kepadanya, yang kini mengerutkan dahi dan kemudian menoleh menatapku yang bertelanjang kaki di sana, “Apa yang kau lakukan? Kenapa kau keluar tanpa mengenakan alas kaki?” tanyanya, dan membuatku kini berjalan mendekati dirinya dengan was-was, “Andrew! Aku mendengar sesuatu yang aneh dari apartemen ini! Apakah kau mendengarnya juga?” tanyaku kepada Andrew yang kini mengerutkan dahinya mendengar hal itu, “Suara aneh?” tanyanya dan aku kembali mengangguk menanggapi pertanyaan itu, “Yeah … dengar lah!” ucapku berbisik kepadanya, dan kami sontak menghentikan pembicaraan untuk mendengar suara yang ku maksud, namun alih-alih terdengar, kesenyapan justru menguasai kami pada saat itu, yang tentu saja membuatku kebingungan karenanya. “Huh?? kenapa suaranya berhenti?” gumamku di sana, “Sophia … aku tahu kau merasa khawatir, tapi aku rasa itu hanya halusinasimu saja! Karena aku tidak mendengar apapun sejak tadi, dan bahkan aku hendak membuang sampah dan melihatmu mengendap-endap seperti hendak melakukan sesuatu hal yang mencurigakanku!” jelasnya, dan hal itu membuatku kebingungan di sana, aku tidak meniatkan untuk melakukan kejahatan, meski ya … mungkin dalam pandangannya ia melihatku mengendap seperti hendak menguping atau maling di sana. “T… tapi aku jelas mendengar suara itu, Andrew!” ucapku kepadanya, yang kini membuatnya menganggukkan kepala untuk mempercayaiku, ia menepuk bahuku dan berkata, “Mungkin itu hanya mimpimu yang terbawa hingga kemari, bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa kau terganggu dengan suara palu dari tetanggamu? Mungkin dari sana membuatmu memiliki mimpi atau halusinasi yang tidak-tidak!” jelasnya lagi, dan ya … itu adalah alasan yang masuk di dalam akalku, mungkin aku terlalu lelah mendengar suara yang terus kudengar selama tiga hari terakhir ini, yang membuatku memikirkan hal aneh yang pada akhirnya menyeretku hingga mencurigai tetangga menyebalkan di sana. Aku menganggukkan kepala menanggapi ucapan Andrew di sana, “Yeah … mungkin kau benar, mungkin aku terlalu lelah!” jelasku kepadanya yang mengangguk dan mengajakku untuk segera kembali ke apartemenku dan bveristirahat dengan nyaman di sana. … 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN