Hari terakhir di pulau terpencil itu terasa begitu damai dan sunyi, jauh dari hiruk-pikuk bisingnya dunia industri dan kehidupan kota yang serba sibuk. Angin laut yang lembut menerpa wajah Dante, namun pikirannya tak bisa sepenuhnya menikmati kedamaian tersebut. Matahari yang mulai merangkak ke ufuk barat, mewarnai langit dengan semburat oranye, seakan mengisyaratkan akhir dari pelarian singkat mereka dari kenyataan. Dante duduk di tepi ranjang, pandangannya tertuju pada ponsel yang kini ada di tangannya. Hari ini, seperti yang sudah dia niatkan sejak awal, adalah hari di mana dia kembali terhubung dengan dunia luar. Sembilan hari lamanya, dia memilih memutus kontak dengan siapapun. Namun, waktu istirahat itu kini harus berakhir. Ia menghela napas panjang, lalu dengan satu sentuha

