Maunya Chelsea.

1103 Kata
Happy reading. "Pa, mau kemana?" tanya Chelsea. "Mau ke perusahaan, kamu di sini saja. Nanti malam Papa kembali." Chelsea menampakkan wajah sedihnya, baru saja bertemu dengan Daren sudah ditinggal kembali. Padahal ia masih ingin bermanja-manja dengan mantan Papa mertuanya itu. "Kalau selalu ditinggal seperti ini, aku tidak bisa membuat Papa Daren bertekuk lutut kepadaku. Bagaimana ini?" Cup. Pipi Chelsea mendapatkan serangan tiba-tiba dari pria yang sudah bersiap-siap untuk pergi meninggalkannya, Daren memberikan ciuman singkat untuk Chelsea agar wanita ini mengikhlaskan dirinya pergi ke perusahaan pagi ini. "Nanti Papa balik lagi, hanya mengecek beberapa pekerjaan di perusahaan. Kamu tahu kalau bukan Papa siapa lagi." "Tapi, aku masih rindu dengan Papa-" Daren mencium kembali bibir Chelsea, sedikit menekan agar Chelsea tahu bahwa ia juga menginginkan lebih dari ini. Tapi, Daren harus pergi ke perusahaan miliknya untuk mengecek pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh putranya. "Nanti malam Papa kembali, kamu tunggu Papa di sini." Chelsea menghela nafas panjang, mungkin memang Daren sedang sibuk saat ini. Ia pun tidak mungkin memaksakan kehendaknya, takut Daren akan curiga jika sebenarnya ia hanya ingin membalas dendam kepada mantan suaminya yang notabene adalah anak dari Daren sendiri. "Sendiri lagi, baiklah aku sebaiknya juga pergi dari apartemen ini. Untuk apa aku di sini seharian sangat membosankan." Sementara itu. Daren melajukan mobilnya menuju perusahaan, hari ini ia sudah mendapatkan jadwal rapat dengan beberapa pemegang saham. Mau tidak mau Daren harus ikut dalam rapat kali ini, ia tidak mungkin mengalihkan tanggung jawab rapat kepada Gala putranya karena seingat Daren putranya sejak kemarin tidak bekerja. "Rapat sebentar lagi akan dimulai Pak Daren, semua telah siap untuk rapat kali ini." "Ehm, kamu tetap stand by di depan apartemen setelah mengantar saya. Jangan sampai Gala datang kembali ke apartemen saya untuk bertemu dengan Chelsea, saya harap kamu bisa bekerja sama dengan baik." "Baik Pak Daren." Setengah jam kemudian, mobil telah sampai di parkiran mobil. Daren bergegas menuju ruang rapat dimana sudah ada beberapa orang yang menunggunya di ruang rapat. "Selamat pagi semuanya, maaf saya terlambat. Rapat hari ini akan segera dimulai, tolong simak dengan baik." Rapat dengan beberapa pemegang saham telah berlangsung beberapa menit kemudian, pikiran Daren tidak sepenuhnya berada di ruang ini. Ini semua dikarenakan Chelsea yang sepertinya menghantui pikiran Daren. "Oh, s**t! Aku sepertinya sudah gila, bisa-bisanya aku memikirkan Chelsea disaat seperti ini. Aku tidak mengerti mengapa aku jatuh cinta dengan mantan mengantuk ku sendiri." Daren memikirkan bagaimana senyum Chelsea hanya untuknya, semalam mereka berciuman denhan durasi cukup panjang. Tidak hanya itu saja, bayangan Daren memainkan dua benda kenyal milik Chelsea semakin Daren tidak bisa berkonsentrasi dalam rapat hari ini. "Aku harus segera pulang dan menemui Chelsea kembali, aku tidak bisa berlama-lama jauh dari Chelsea. Hanya Chelsea yang aku mau bukan wanita lain." *** Sore harinya. Chelsea baru saja pulang dari mall, ada beberapa baju yang ia beli. Tidak hanya itu saja, Chelsea membeli lingerie dengan berbagai warna yang ia pastikan akan membuat Daren semakin tergoda dengannya. "Hitam, merah, putih transparan." Chelsea memilah warna apa yang akan ia pakai untuk malam ini, semakin cantik semakin ia bisa menggoda Daren dengan lekuk tubuhnya. Chelsea yakin kali ini ia akan membuat Daren hanya memikirkan dirinya saja, dan tidak akan memikirkan wanita lain. "Chel, apa kabar? Aku merindukan kamu." Chelsea menoleh kebelakang, ada Gala mangan suaminya yang saat ini sedang berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri. Chelsea melihat mantan suaminya yang terlihat sangat berbeda, dulu Chelsea ingat betul Gala selalu rapi dan bersih. Namun, sekarang mantan suaminya seperti tidak terurus. Sangat berbeda jauh jika Gala masih menjadi suaminya, Chelsea akan mengurusi suaminya dari atas sampai bawah. "Gala, kamu sedang apa di mall ini? Apa kamu mengikuti aku?" "Tidak, aku kebetulan baru datang ke mall ini. Aku mempunyai niat untuk belanja saja, selebihnya aku akan pulang." Chelsea tidak peduli apa yang sedang dilakukan oleh Gala, yang ada dipikirannya sekarang hanya ingin pulang ke apartemen Daren saja. Ia tidak ingin ketika datang ke apartemen Daren, ia tidak ada di dalam apartemen mewah itu. "Aku harus cepat keluar dari mall ini, perasaanku tidak enak ketika melihat Gala di dalam mall ini. Bisa saja mantan suamiku akan berbuat jahat kepadanya, sedang suamiku sedang tidak ada di rumah." "Kamu mau pulang?" tanya Gala kepada Chelsea. "Kenapa harus secepat itu kamu pulang, kamu tidak ingin berbicara denganku?" Chelsea menggeleng kepalanya cepat, ia tidak ingin terlalu lama berhadapan dengan Gala. Entah mengapa mantan suaminya saat ini seperti sedang menginterogasi dirinya, dan membuat Chelsea sedikit takut jika ada Gala disekitarnya. "Chelsea, jangan pergi dulu. Kita bisa berbicara seperti dulu di rumah kita, apa kamu tidak ingin mengulang kisah yang pernah kita alami-" Bugh. Satu pukulan mengenai wajah Gala, pria itu mendapatkan pukulan dari asisten pribadi Daren yang sengaja ditugaskan untuk menjaga Chelsea. "Kamu, mengapa memukul saya? Apa kesalahan saya?" "Maaf, Tuan Gala. Saya ditugaskan untuk menjaga Nona Chelsea dari anda, jadi mulai saat ini dan seterusnya saya harap anda tidak mengganggu Nona Chelsea lagi." Gala mengepalkan kedua tangannya, Chelsea telah pergi jauh dari hadapannya. Ini semua karena asisten pribadi Daren yang menjaga dari dirinya, dan ia tidak bisa membawa Chelsea ke rumah. "Sial, aku gagal lagi untuk mendapatkan Chelsea. Sepertinya Papa Daren sangat menjaga Chelsea dari aku." Gala masih merasakan sakit disekitar pipinya, pukulan asisten Papa Daren begitu kuat sehingga membuat Gala kesakitan disekitar pipinya. Di tempat lain. Chelsea bisa bernafas dengan lega setelah ia terhindar dari Gala, mantan suaminya terobsesi kepadanya. Padahal bukankah Gala sendiri yang menceraikannya karena Chelsea tidak bisa memberikan keturunan untuknya, lalu untuk apa sekarang Gala mencarinya kembali. "Sepertinya, Gala sudah terobsesi denganku. Aku harus waspada jika sedang keluar seperti sekarang." Chelsea sampai kembali ke apartemen Daren, tidak seharusnya ia meninggalkan apartemen ini tanpa Daren. Dan akibatnya seperti ini kepadanya. "Chelsea sayang, kamu kenapa seperti itu? Apa yang terjadi denganmu sayang." Chelsea kaget, ia tidak menyangka jika Daren sudah ada di dalam apartemen. Mantan Papa mertuanya itu sedang menatapnya curiga, entah sejak kapan Daren datang. Yang jelas, ia begitu senang Daren datang dan Chelsea tidak perlu ketakutan jika sendiri di dalam apartemen ini. "Papa, sejak kapan datang?" Daren tersenyum tipis, ia tahu Chelsea ketakutan karena bertemu dengan Gala. Kabar itu sudah ia dapatkan dari asisten pribadinya, dan Daren sangat menyayangkan hal itu membuat ia takut kehilangan Chelsea. Bruk. Daren memeluk tubuh wanita yang selama ini menjadi menantunya, Daren tahu ia salah telah mencintai wanita ini. Akan tetapi perasaannya tidak bisa ia bohongi jika hanya ada Chelsea dihatinya. "Hati ini hanya untuk kamu Chelsea, Papa hanya mau kamu saja tidak yang lain. Bagi Papa hanya kamu yang menjadi belahan hati Kala sekarang dan selamanya." Chelsea tersenyum senang, pada akhirnya ia telah berhasil membuat Daren jatuh cinta kepadanya dan selangkah lagi tujuan utamanya akan berhasil.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN