Keinginan Daren

1119 Kata
Happy reading. Enam bulan kemudian. Chelsea menatap langit Jakarta diatas balkon kamarnya, ralat balkon apartemen milik mantan mertuanya. Setelah mendapatkan bujukan dari Daren, akhirnya Chelsea telah sepakat untuk menempati apartemen ini selama pernikahan mereka belum terlaksana. "Kamu tinggal di apartemen milik aku mulai sekarang, jangan kembali lagi ke rumah kontrakan itu. Suatu saat Gala pasti datang untuk membujuk kamu untuk kembali lagi bersama kamu." "Papa, begitu posesif sama aku. Jadi, gini ya calon suami baru Chelsea." "Aku sayang sama kamu, dan boleh dong kalau posesif sama calon istri daripada kamu kembali lagi sama Gala." "Ternyata begini rasanya jika disayang oleh pria lebih tua dari kita, manis dan posesif." Chelsea hanya membawa beberapa baju saja, sesuai apa yang diucapkan oleh Daren. Setelah proses untuk melengkapi pernikahan mereka selesai, barulah Chelsea akan pindah ke rumah Daren yang begitu besar. Cup. "Papa, sejak kapan ada di apartemen?" "Sejak kamu melamun." Daren memeluk tubuh wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya, hangat dan erat. Chelsea merasakan hal yang sama seperti apa yang dirasakan Daren. Mereka saling bertatapan satu sama lainnya, tidak ada jarak terbentang setelah janji Daren akan menikahi Chelsea beberapa hari lagi. "Papa, malam ini menginap di sini?" Pinta Chelsea "No, aku hanya ingin memberikan makan malam ini untuk kamu. Setelah itu aku akan pulang ke rumah." Bibir Chelsea cemberut, ia merasa bahwa Daren sudah tidak ingin menemaninya di apartemen ini. Padahal Chelsea berharap malam ini Daren akan menemaninya tidur sampai pagi. "Kalau begitu, aku nggak mau makan malam. Aku merajuk sama Papa." Daren tersenyum tipis, menggemaskan sekali Chelsea malam ini. Apalagi mantan menantunya itu memakai piyama pendek yang menampilkan tubuh putihnya. "Aku suapi kamu, lalu temani tidur sampai kamu terlelap. Setelah itu aku akan pulang, bagaimanapun kita belum sah Chelsea." "Setelah kita sah, aku harus panggil Papa apa?" Daren diam, ia tidak pernah mengatakan agar Chelsea memanggil namanya. Tapi, sepertinya ia memang ingin mengganti panggilan Papa setelah mereka menikah. "Kita pikirkan nanti, ayo! Kita makan." Daren mengajak Chelsea duduk disampingnya, ada berbagai macam makanan yang sengaja Daren bawa dari kantor. Sebelumnya ia memesan makanan itu semua, setelah semua matang barulah Daren datang ke apartemen. "Banyak sekali makanan ini, apa aku kuat untuk menghabiskan semuanya." Daren hanya tersenyum, ia membuka satu persatu makanan itu. Lalu menyuapi makanan ke dalam mulut Chelsea, rasanya tidak mengecewakan memang sangat enak menurut Chelsea. "Lain kali aku yang akan memasak untuk Papa, aku bisa semua masakan ini." "Benarkah?" Chelsea mengangguk pelan, ia sudah terbiasa menjadi seorang istri Gala. Baginya untuk sekedar masak, beres-beres rumah itu hal biasa. "Setelah ini kamu nggak boleh mengurusi semuanya, aku akan menyewa ART lebih banyak lagi agar kamu tidak kelelahan." Cup. Chelsea tidak bisa menahan diri untuk tidak mencium bibir pria yang saat ini berada disampingnya, manis dan candu untuknya. "Pa, ada cara buat makanan yang aku makan menjadi lebih romantis." Daren mengerutkan keningnya, tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Chelsea. "Bagaimana caranya-" Chelsea menyuapi makanan itu untuk Daren, begitupun dengan Daren. Mereka berdua saling suap, seperti sepasang suami istri ketika sedang di pelaminan. "Pa, setelah menikah aku mau panggil kamu Mas." "Aku panggil kamu honey." "Mas, kira aku madu." "Ehm, kamu madu dan aku lebah. Kita saling bersama selalu." *** Daren merebahkan tubuhnya di atas ranjang, setelah meyakinkan Chelsea sudah tertidur pulas. Barulah ia pulang ke rumah, sejujurnya Daren ingin selalu bersama Chelsea. Tapi, ia masih memikirkan jika mereka belum menjadi pasangan suami istri. Bagaimanapun juga Daren ingin wanita itu sah menjadi istrinya, dan barulah ia akan selalu bersama dengan wanita itu. "Ehm, sepertinya memang aku sudah jatuh cinta dengan Chelsea. Bodohnya aku baru menyadarinya perasaan ini." Daren bukan pecinta ulung seperti Gala putranya, tapi ia akan menjadi bucin jika bertemu dengan wanita yang cocok dengannya. Seperti dengan istri pertama Daren yaitu ibu dari Gala, mereka bertemu ketika Daren sedang jomblo. Daren lalu menikah setelah berpacaran selama dua bulan, Daren menjadi pria bucin dengan ibu Gala, walau kenyataan pahit yang menimpa pernikahan mereka. Namun tetap saja Daren menjadi bucin dengan Kamila ibu dari Gala. Setelah istri pertama Daren meninggal, ia menjadi single parent untuk Gala. Satu persatu wanita yang selama ini mengincarnya datang ke rumah, banyak alasan yang diucapkan mereka. Salah satunya untuk menjadi ibu sambung Gala, tapi hati dan pikiran Daren tetap tertuju kepada Ibu Gala yang telah meninggal dunia. Kini, setelah lama menduda. Daren akhirnya menemukan cintanya kembali, tapi anehnya wanita itu adalah mantan menantunya yang selama ini ia anggap anak sendiri. Berbeda usia sangat jauh, tapi kenyataannya Daren sudah mulai bucin dengan Chelsea dan anehnya mantan menantunya merasakan hal yang sama dengannya. "Chel, kamu itu seksi jika sedang tersenyum." Senyuman Chelsea tiba-tiba datang dipikiran Daren, apalagi ia ingat bagaimana Chelsea duduk di pangkuannya. Begitu seksi menurutnya, wanita yang berbeda usia itu begitu pandai memanjakannya. Aneh bukan jika Gala bisa-bisanya berselingkuh dengan wanita lain, menurut Daren itu pikiran bodoh. "Aku tidak perlu jika Chelsea tidak hamil, aku hanya ingin selalu bersama Chelsea setiap saat." Daren memang tahu bahwa mantan menantunya itu memang mandul, pernikahan Chelsea dan Gala sudah lebih dari dua tahun. Dan kabar yang mengatakan bahwa Chelsea mandul sudah terdengar ditelinganya, menurutnya itu tidak masalah baginya. Ia bisa mengadopsi anak dari panti asuhan jika Chelsea menginginkan anak. "Menggemaskan sekali kamu Chel, kalau sudah jadi istri aku nanti sudah pasti tidak akan mengizinkan kamu pergi kemanapun." Begitulah Daren, menjadi posesif jika berkaitan dengan wanita. Dan ia tidak akan membiarkan siapapun menatap wajah Chelsea terutama Gala putranya. "Malam ini aku ingin kamu datang ke dalam mimpiku Chel, datanglah dengan senyum manismu." Daren menutup kedua matanya, rasa kantuk sudah ia rasakan dan Daren tertidur dengan nyaman di atas ranjangnya. "Mas, sini. Peluk aku?" Daren memeluk Chelsea dengan erat, mereka saling berpelukan satu sama lain. Memendam rasa rindu yang selama mereka rasakan. Cup. "Kamu sengaja menggoda aku dengan pakaian seperti ini?" "Ehm, aku pakai lingerie ini untuk Mas Daren. Apakah tidak cocok?" Daren menggeleng kepalanya cepat, baginya apapun yang dipakai oleh Chelsea selalu cocok untuk wanita itu. Chelsea sangat cantik dengan tinggi 160 cm, menurutnya sudah pas bagi wanita Indonesia. Mencium bibir Chelsea dengan cepat, Daren sudah tidak sabar jika menunggu malam nanti. Saat ini memang waktu masih siang, Daren sengaja pulang ke rumah untuk makan siang bersama Chelsea. Tapi, ternyata wanita itu menggodanya dengan pakaian seksi yang ia beli untuknya. "Mas, ah. Kenapa rasanya berbeda kali ini." Dari bibir, leher hingga bagian d**a Chelsea menjadi santapan Daren. Pria itu semakin buas ketika Chelsea mendesah nikmat akibat ulah Daren, Chelsea menikmati sentuhan, ciuman, gerakan Daren yang begitu impresif baginya membuat ia semakin ingin lebih dari ini. "Chelsea, mulai hari ini kamu akan menjadi milikku seutuhnya." Daren terbangun dari tidurnya, ternyata mimpi bersama dengan Chelsea tadi membuatnya semakin ingin cepat menikahkan wanita itu dan memiliki seutuhnya. "Sebentar lagi kamu akan selalu bersamaku, Chelsea."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN