Wajah Aiden tampak tegang. Ia melihat kedua orang tuanya yang kini saling berpandangan, rona kekhawatiran tak bisa disembunyikan. “Aiden,” suara Papa Gito bernada jelas dan ketegasan. “Cari Dea sekarang juga!” Mama Rita menggenggam erat lengan suaminya, wajahnya tampak pias, seolah telah membayangkan hal-hal buruk yang menimpa menantunya. "Seharusnya kamu tidak membiarkannya pergi sendiri. Kenapa bisa begini?" Aiden mengepalkan tangan, pikirannya mulai menimbang-nimbang langkah apa yang harus ia ambil. Tanpa berkata apa-apa, ia melangkah ke luar rumah, mengeluarkan ponselnya, dan segera menelpon seseorang. “Hallo?” suara Andre yang merasa aneh menerima panggilan darurat dari adiknya di malam seperti ini. “Dea hilang,” jawab Aiden dengan nada yang putus asa. “Dia belum pulang, dan aku

