41

1588 Kata

Aku tak bisa mengalihkan pandangan dari sosok macan kumbang itu. Nafasku tersengal, seluruh tubuh menegang. Sementara macan itu mulai bergerak maju dengan langkah perlahan, siap menerkam. Jarak kami tak lebih dari beberapa meter. setiap detik yang kulewatkan tanpa bergerak mungkin menjadi kesempatan bagi binatang itu untuk menyerang. Titik melayang mendekatiku, matanya berkilat waspada. “Raden, tenang. Jangan lakukan gerakan tiba-tiba,” bisiknya lembut, suaranya penuh kehati-hatian. Tubuhku bergetar, tapi aku mencoba menuruti kata-kata Titik. Sayangnya kakiku gemetar tak bisa diajak kompromi. Namun aku berusaha menyakinkan diri dan mengingat apa yang pernah k****a jika bertemu hewan buas di hutan. Terpaksa kutatap langsung mata hewan itu. Aku berusaha menunjukkan bahwa aku bukan mangsa y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN