24

1328 Kata

Setelah pembicaraan semalam, pagi hari aku mendapat telepon dari Mama Mertua untuk berkunjung di rumahnya. Aiden yang terlanjur berangkat kerja dipaksa izin, karena ada hal penting yang ingin mereka sampaikan di kumpulan keluarga inti. Entah apa yang akan dibicarakan dalam pertemuan ini, aku tidak bisa merabanya. Semoga saja informasi yang baik, sehingga tidak akan merugikanku sebagai pendatang dalam keluarga ini. Aku berangkat terpisah dengan suamiku. Mama Mertua sengaja menyiapkan supir tersendiri untukku. Keluarga Aiden sangat perhatian dan pengertian. Ini adalah satu-satunya yang membuat aku merasa nyaman. Semoga saja menjadi salah satunya, dan ada hal lain yang lebih membuatku aman. “Sayang, Mama sengaja ngasih taunya mendadak. Maaf ya, jadi kesannya Mama sembunyikan kamu dari kelua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN