Setelah makan siang selesai. Aku dan Aiden pamit pulang. Sedari tadi, Mama Rita dan Oma menyindir kita untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama. “Aiden, kurangi lembur di kantor. Mama dengar, kamu sering lembur sampai membuat pegawai dan sekretarismu mengeluh.” “Ma, aku lembur juga demi perusahaan kita. Mama bisa lihat laporan bulanan beberapa perusahaanku, kan? Progress kita meningkat pesat, Papa saja senang melihat hasil kerjaku,” jawab Aiden yang diselipin kesombongan diri akan keberhasilannya memperbesar perusahaan. “Iya, Mama tau itu, Nak. Tapi work balance itu perlu, apalagi ada Dea di rumah. Masa kamu tinggalin terus.” Mama mertuaku semakin gencar memprotes putra bungsunya. “Ma, kita sudah menghabiskan waktu yang cukup. Apalagi kita tidur bersama, di kamar yang sama.” “Itu

