-happyreading- Lembaran demi lembaran tissue kini sudah memenuhi kamar Aya, ia tak hentinya menangis padahal ia ingin. Sungguh kejadian tadi terjadi begitu cepat dan tiba-tiba, berusaha untuk tidak mengingat tapi ia tak bisa. Ara yang sedari tadi berada di samping Aya pun menjerit frustasi. "AYA, PLEASE STOP! JANGAN BUANG AIR MATA LO CUMA BUAT ORANG b******k KAYAK MEREKA BERDUA!!," Ara memeluk Aya yang terus menangis sesegukan. Entah kenapa, melihat sahabatnya menangis begitu membuat hati Ara seperti teriris. Jujur, ia merasa kecewa pada abangnya setelah melihat kejadian tadi. "Astaga lo kenapa?!," Dilta yang baru saja memasuki kamar Aya pun di buat terkejut ketika melihat suasana kamar Aya saat ini. Tissue yang berhamburan dimana-mana, buku-buku yang berhamburan di lantai, serta posi

