Hasrat yang memuncak

1082 Kata
Malam ini, hujan deras mengguyur NY City. Seorang pengusaha sukses melajukan mobil mewahnya dengan kecepatan tinggi. Ia melesat bak anak panah yang baru dilepaskan dari busurnya. Mata elangnya memandang jalanan lurus kedepan. Sesuatu yang memuncak harus segera di tuntaskan karena itu sangat menyiksanya. Alan membuka pintu kamarnya dan matanya langsung tertuju ke arah kasur king sizenya. Tatapannya penuh arti ketika ia melihat posisi tidur gadis kecilnya yang terlentang dengan selimut yang telah jatuh ke lantai. Ia menutup kembali pintu kamarnya dan berjalan mendekati ranjangnya. **** Shania tidur dengan gelisah. Beberapa kali ia memutar tubuhnya ke kiri dan ke kanan. Wajahnya pucat dan keringat dingin keluar di sekujur tubuhnya. Daddy jangan pergi !" ucap Shania dalam tidurnya. "Gadis kecil ini sedang mengigau" batin Alan yang sedang memperhatikan Shania dari pinggir ranjangnya. "DADDYYYY" teriak Shania dan seketika ia bangun dari tidurnya dan langsung duduk dengan nafas yang tersengal. Kepala Shania sedikit pening dan ia langsung memegang kepalanya dengan sedikit menunduk. "Apa daddy baik-baik saja dan dimana daddy sekarang?" batin Shania. Mimpi buruk yang melandanya membuat ia semakin khawatir. Shania harus segera bertemu daddynya dan memastikan keadaannya. Hanya daddy tempat ia berlindung dan Shania janji pada dirinya ia tidak akan menuntut daddy untuk membelikannya mobil baru. Ia akan merawat daddynya yang mulai tua karena hanya daddy satu-satunya keluarga yang ia punya di dunia ini. "Heemm". Suara deheman seseorang menyadarkan Shania dari pemikirannya tentang daddy dan ketika ia melihat ke arah kanannya betapa terkejutnya Shania. " Pria m***m " ucap Shania spontan ketika melihat Alan yang sedang duduk di tepian ranjang. Alan membulatkan matanya ketika ia di panggil pria m***m oleh gadis kecil di sampingnya ini. " Apa kau bilang gadis kecil " geram Alan. Shania tidak menghiraukan Alan yang tampak geram dengan panggilannya. Shania malah melihat sekelilingnya. Ini bukan kamarnya dan berada dimana ia sekarang ?. " Ini kamarku dan sekarang kau menjadi milikku " ucap Alan tegas seolah ia mengerti apa yang dipikirkan gadis kecil ini. Alan berdiri dan menatap Shania dengan tatapan intimidasinya seperti ia menatap anak buah dan para karyawannya di kantor. Tangannya dimasukan ke dalam saku celananya menambah kesan tak terbantahkan. Jika seperti ini, tak ada satupun yang berani menatap Alan. Setiap ucapan yang keluar dari mulutnya adalah hal yang mutlak baginya. " Aku tidak sudi jadi milikmu dasar pria sinting " tantang Shania. Shania merupakan gadis yang beranjak dewasa dengan mulut pedas tak terbatas dan tidak tahu dengan siapa ia berbicara saat ini. "Beraninya kau membantahku" Geram Alan. " Tidak tahu kah kau kalau daddymu mengambil uang perusahaanku dan kau harus membayarnya dengan melayaniku seumur hidupmu " ucap Alan dengan nada penekanannya. Shania yang tampak marah malah berdiri di atas kasur Alan dan menunjuk ke arah Alan. " Kau pria tua m***m dan aku tidak sudi melayanimu dan asal kau tahu aku sudah punya kekasih yang jauh lebih tampan darimu " ucap Shania dengan nada tingginya. Shania tahu arah pembicaraan pria didepannya ini. Dilihat dari penampilannya pria dewasa didepannya ini merupakan sosok pria tampan dengan badan tegap dan berototnya. Hidung mancung dengan rahang tegas menambah kesan maskulin pada dirinya. Shania mengakui bahwa ia benar-benar tampan melebihi kekasihnya Steve. Walaupun pria didepannya ini sangat tampan tapi hatinya tetap milik Steve kekasihnya. Alan geram dengan ucapan Shania. Terlihat dari rahangnya yang mulai mengeras. Baru kali ini ada seseorang yang berani melawannya dan seseorang itu adalah gadis kecil didepannya. Alan tidak habis fikir kenapa gadis ini beranggapan jika Alan pria tua padahal usianya baru menginjak 28 tahun dan ayolah usia ini adalah usia yang matang yang jadi incaran para wanita diluar sana. Alan terus menatap gadis kecil yang sedang menunjuk ke arahnya dan tanpa banyak kata Alan langsung menarik tangan Shania sehingga Shania jatuh menghantam tubuh pria didepannya ini. Shania terkejut dengan sikap Alan dengan seketika pria ini memeluknya dengan erat dan sedikit meremas pinggangnya. Shania mencoba melepaskan diri dari pelukan pria tampan ini tapi dekapannya begitu erat dan susah bagi Shania untuk melepaskan diri. Alan mendekap erat tubuh Shania merasakan gundukan kecil didadanya. Alan meremas pinggang Shania yang menandakan ia mulai b*******h. Alan mendekatkan kepalanya di leher Shania sambil menghirup aroma gadis kecilnya ini. Ia sudah tak tahan dan dengan cepat ia menidurkan Shania dan menindihnya. Dengan cepat Alan melumat bibir Shania rakus. Alan tidak peduli dengan tatapan terkejut Shania. Ia hanya ingin meresapi setiap inchi bibir gadis dalam kungkungannya ini. Bibir yang bewarna pink alami dan rasanya manis memabukkan. Alan terus memaksa Shania untuk membuka mulut Shania dengan lidahnya dan seketika ada celah lidah Alan langsung masuk ke dalam rongga mulut Shania. Ia menjelajah dan menghitung deretan gigi Shania. Alan begitu menikmatinya tapi tidak dengan Shania. Tubuh Shania menegang dan ia merasa panas akan tindakan pria tampan di atasnya ini. Ciuman pertamanya diambil oleh pria m***m dan ini terasa memabukkan bagi Shania. Shania berusaha mendorong d**a Alan karena sepertinya ia kehabisan nafas. Alan melepaskan ciumannya ketika ia merasa gadis kecil di bawahnya ini kehabisan nafas dan benar saja ketika Alan melepaskan ciuman mautnya, gadis kecil ini langsung meraup oksigen sebanyak-banyaknya seakan ia akan kehabisan udara. Alan yang melihat aksi gadis kecil ini tersenyum sambil menyingkirkan anak-anak rambut yang menggangu di pipi mulus gadis ini. aku akan membunuhmu, dasar kau pria b******k ". umpatan kasar keluar dari mulut Shania yang berusaha melepaskan diri dari kungkungan Alan. " dan aku akan membuatmu menjadi wanita dewasa, hai gadis kecil " seringai m***m terlihat jelas di wajah tampan Alan. Alan kembali mencium Shania karena wajah Shania yang terlihat memerah dan menggemaskan. Alan tidak sabar untuk bermain dengan gadis kecilnya ini. Menurut Alan gadis kecil bernama Shania Gutov yang merupakan putri dari Mr. Abraham Gutov ini masih menjaga keperawanannya bahkan bibirnya yang mungil ini kemungkinan kali pertamanya ia berciuman. Alan sekilas membaca profile tentang Shania yang dikirim asisten pribadinya pada saat Alan dalam perjalanan menuju mansionnya tadi. Alan sedikit memuji Mr. Abraham yang cukup ketat menjaga putri kesayangannya ini dari teman laki-lakinya. Shania memang memiliki kekasih tapi ia jarang berduaan dengan kekasihnya itu karena Mr. Abraham melarang Shania berduaan dengan Steve. Mr. Abraham mengancam Shania dengan menarik seluruh fasilitasnya jika ia ketahuan pergi berduaan dengan pria manapun. Shania tipe gadis pemberontak tapi ia tetap menuruti perintah daddynya itu. Menurut Shania jika berduaan dengan laki-laki ia akan merasa cepat bosan karena pada umumnya semua laki-laki yang mendekatinya hanya berbicara tentang gombalan saja. Termasuk Steve kekasihnya. Shania lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman perempuannya. Malam ini Alan akan membuat Shania menjadi miliknya. Alan merasakan gairah yang luar biasa ketika mendekap dan mencumbu Shania. Gadis kecil dengan sejuta pesonanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN