Gadis Manis

1215 Kata
Alan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk putih yang menutupi bagian tubuh bagian bawahnya. Tubuh tinggi tegap dengan warna kulit sawo matang menambah kesan atletis pada dirinya. Rambut yang masih basah dengan wajah yang tampan mampu membuat para wanita b*******h dan bertekuk lutut padanya. Tak ada seorang wanita pun yang mampu menolak pesona sang Bos Mafia Alan Hugos. Alan berdiri didepan cermin besar dan ia memandang dirinya sendiri. Alan tersenyum, "Aku memang tampan" batin Alan sambil berkacak pinggang. Setelahnya Alan mendekati ranjangnya dan melihat gadis kecil yang sedang terlelap. Gadis yang ia bawa dari rumah Mr. Abraham yang melakukan tindakan korupsi besar-besaran di perusahaannya terlihat cantik dan manis. Alan menatap Shania lekat. Ia tidak tau kenapa ia melakukan ini. Harusnya ia langsung membawa gadis ini ke club malam miliknya. Agar gadis ini bisa bekerja tanpa gaji untuk melunasi hutang-hutang ayahnya. Bekerja seumur hidupnya sebagai wanita penghibur melayani pelanggan-pelanggannya dari kalangan atas. "Drrrrrrt" Getaran ponsel Alan di atas nakas membuatnya tersentak. Alan mengambil ponsel dan melihat siapa yang menelponnya. " Hallo " sapa Alan " Hai sayang, apa kau malam ini pergi ke club ?" tanya seorang wanita. Alan berjalan ke arah walk in closet mengambil pakaiannya. " Sebentar lagi aku kesana " jawab Alan sembari mengambil jeans hitam dan kemeja birunya. " Okey, see you honey ." wanita itu menutup panggilannya dan Alan meletakan kembali ponselnya di atas nakas. Malam ini Alan akan pergi ke club miliknya. Ia akan memeriksa laporan keuntungan bulanan clubnya dan sedikit bersenang-senang. Setelah memakai pakaiannya, Alan berjalan kembali ke arah ranjang. Ia menyentuh bibir gadis kecil yang sedang terlelap ini. " Cup " Alan mengecup singkat bibir Shania dan tersenyum. " Manis " Alan membatin. Alan tersenyum senang, entah kenapa perasaannya malam ini begitu bahagia. Alan berjalan keluar kamarnya dan bersiap untuk pergi. Bugatti Chiron menjadi pilihan Alan malam ini. Salah satu koleksi mobil mewahnya dengan harga fantastis. Bagasi super luas layaknya showroom mobil menjadikan ia salah satu kolektor mobil mewah di kotanya. Alan menyusuri malam dengan tersenyum senang. Ia bernyanyi mengikuti alunan musik rock yang diputarnya dengan nada keras. Sesekali kepala dan tangannya ikut bergerak mengikuti irama musik. Alan termasuk penikmat musik aliran keras. Musik sangat mempengaruhi suasana hatinya. Alan berhenti di depan club malam miliknya. Terlihat dua penjaga pintu depan tampak sigap melayani pelanggan yang mulai berdatangan. NTFly Club milik Alan cukup terkenal di kalangan pengusaha. Selain bisa bersenang-senang, Alan juga menyedikan kamar khusus untuk pelanggan menghabiskan waktu bersama para wanita-wanita penghiburnya. Kebanyakan pelanggan merupakan rekan kerja Alan Hugos. Jadi tidak hanya bersenang-senang, di club miliknya Alan sering menghabiskan waktu untuk menjalin relasi dengan orang-orang yang menurutnya dapat memberikan keuntungan materi bagi perjalanan bisnisnya. Gemerlap lampu warna warni di atas lantai dansa menambah kesan semarak diskotik. Alunan musik DJ melantun keras seirama dengan lekuk tubuh sang penari. Banyak pasang mata mendamba akan tubuh penari seksi tersebut. Alan melihat dari kejauhan merasa senang karena semakin hari pelanggannya bertambah banyak. Penampilan penari striptis merupakan salah satu unggulan dari club malam milik Alan. Alan berjalan menuju bar dan duduk di depan bartender yang sedang melayani pelanggan perempuan. Perempuan berambut panjang dengan mini dress merah menyala terang tampak menarik. Polesan makeup natural menjadikan wajah tirusnya cantik alami. " Minuman bos " ucap Maxime salah satu bartender Alan yang menuangkan wine ke dalam gelas milik Alan. Alan langsung menyesap dan menikmati wine yang telah tersaji. " Para wanita mu sedang menunggumu di ruang bos " ucap Maxime sambil meyiapkan pesanan pelanggan wanita di depannya ini. Alan menatap lagi ke arah wanita disampingnya ini. Merasa di tatap oleh Alan, wanita berbaju merah itu melihat ke arah Alan dan tak lama wanita itu tersenyum ramah. Alanpun membalas senyuman wanita itu dan dengan cepat Alan langsung menghabiskan winenya dan berdiri. " Lanjutkan pekerjaanmu Max " perintah Alan. Alan memasukan tangannya ke dalam saku celananya dan pergi meninggalkan Maxime dan wanita itu. " b***h " batin Alan sambil tersenyum. Alan tahu betul tipe-tipe w************n yang hanya bisa menjajakan tubuh mereka demi uang. Alan muda yang sukses dengan aset kekayaan melimpah menjadikannya seorang pria yang paling diinginkan oleh banyak wanita dikotanya. Banyak cara dilakukan para wanita hanya untuk menarik simpati Alan tapi sayangnya Alan tidak tertarik dengan w************n. Alan berencana menikah dengan wanita biasa saja dan pastinya wanita yang akan dinikahinya itu mampu menerima keadaan dirinya sebagai mafia kelas kakap yang menjadi target penyerangan lawan bisnisnya. Alan melangkah menuju ruangannya di lantai dua. Ruangan khusus tempat tamunya yang sedang menunggu kedatangannya. Alan membuka handle pintu dan terlihat dua orang wanita cantik duduk di kursi tamunya. " Hai baby " sapa salah satu wanita yang langsung berdiri menghampiri Alan. Wanita blonde itu langsung merangkul leher Alan dan menyentuh rahang tegas Alan. Alan menikmati sentuhan tersebut. Wajarlah karena ia lelaki normal. Wanita yang satunya lagi ikut mendekati Alan dan memeluk Alan dari belakang sembari mengusap punggung tegap Alan. Alan menutup matanya dan seketika ia langsung tersentak membuka matanya. Alan langsung melepas rangkulan dari dua wanita yang sedang menggodanya ini. Sontak kedua w*************a itu penasaran dengan perubahan sikap Alan yang secara mendadak. Alan berjalan menuju kursi kerjanya dan memegang pangkal hidungnya. Bagaimana bisa ketika ia memejam mata, ia melihat wajah manis gadis kecil di kamar tidurnya saat ini. Alan duduk di kursinya dan wajah gadis tersebut masih menari-nari dibenaknya dan yang benar saja gairahnya naik hanya membayangkan wajahnya. Adik kecilnya pun berdiri sempurna. " Baby, ada apa ?" tanya salah satu wanita yang mencoba menggoda Alan tadi. Kedua wanita itu berjalan menghampiri Alan dan langsung mendapat tatapan tajam dari Alan. " Jangan mendekat dan segera kalian keluar dari sini !!" perintah Alan tegas. Kedua w*************a itu kaget dan tanpa bertanya langsung pergi dari ruangan Alan. Selain tampan dan mapan, Alan juga terkenal memiliki tempramen buruk. Ketika sedang marah atau kesal ia tidak akan segan-segan menyakiti fisik seseorang. Ia seorang mafia kejam. Alan harus segera mandi untuk meredakan hasratnya. Alan berdiri dan langsung menuju ke kamar yang memang tersedia dalam ruang kerjanya di club. Dalam kamar tersebut terdapat kamar mandi dan beberapa pakaian ganti dalam lemari pakaiannya. Alan sengaja membuat kamar khusus tempat ia beristirahat. Alan seorang pekerja keras, semua laporan tentang tempat usahanya di koreksi dengan teliti. Alan berendam dalam bathup setelah melepaskan semua pakaiannya. Aroma therapy dari sabun cair yang ia tambahkan ke dalam air membuatnya sedikit rileks. Gadis kecil itu membawa pengaruh besar terhadap jiwa laki-lakinya. Alan menggelengkan kepalanya dan mengambil ponsel miliknya. " Kirim data pribadi Abraham ke emailku dan pastikan dia tetap dalam pengawasan " perintah Alan kepada asisten pribadinya. Alan memutuskan panggilannya dan meletakan ponselnya dekat rak sabunnya. Setelah dirasa cukup meredam hasratnya, Alan membasuh seluruh tubuhnya. Alan keluar dari kamar mandi dan mengambil pakaian gantinya. Alan bersiap meninggalkan clubnya. Ia bergegas turun melewati tangga belakang dan langsung menuju tempat parkiran khusus mobilnya. Entah kenapa Alan merasa ingin melihat gadis kecilnya. Gadis itu sangat imut ketika terlelap dan bibirnya itu manis seperti kembang gula. Alan ingin merasakannya lagi. Alan bergegas masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin. Dua penjaga yang memberikan salam padanya tidak dihiraukannya. Alan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Saat ini entah kenapa ia ingin melihat lagi gadis kecil yang sedang terlelap di atas kasurnya. dan " Oh Shiit " geram Alan. lagi-lagi adik kecilnya terbangun hanya membayangkan wajahnya saja. Alan sangat frustasi dan ia harus menuntaskannya malam ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN