* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Sesuai dugaan Kanya bahwa setelah hari itu—hari dimana Wildan menemukan Kanya yang tumbang akibat terlalu kelelahan mempersiapkan segala sesuatu dan t***k bengeknya untuk ujian tes PTN nanti, Wildan langsung mengingkari janjinya sendiri. Gak ada lagi peraturan untuk gak menghubungi atau mendatangi rumah Kanya. Yang ada, Wildan malah semakin protektif dengan keseharian Kanya. “Jam delapan kamu harus udah sarapan, gak boleh nanti-nanti. Siang harus ada jam tidur siang. Maksimal jam sebelas malem harus udah tidur. Kalau kerasa mulai capek harus langsung istirahat jangan dipaksain.” Kalimat itu udah kayak makanan sehari-hari Kanya karena gadis itu ha

