* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Dua tahun telah berlalu. Satria bahkan masih ingat bagaimana lima bulan yang lalu dia merayakan hari kelahirannya dengan pesta kecil-kecilan yang diselenggarakan tanpa sengetahuannya, di rumahnya. Semua adalah ide dari kekasihnya, Kaila. Perempuan itu mengundang teman-teman dekat Satria untuk ikut meramaikan acara. Walaupun bukan acara besar-besaran yang menguras banyak uang dan tenaga, hanya diisi dengan beberapa balon yang membentuk namanya dan angka usianya saat itu, kue dan lilin, serta orang-orang terkasih, tapi Satria merasa bahagia sekaligus terharu. Lima tahun dia sudah berpacaran dengan Kaila, lima kali pula dia sudah meray

