* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * “Kenapa, Bri?” Suara lembut diiringi dengan usapan di pundak seorang Natama Brian itu membuat laki-laki yang sedang berada di balkon, duduk di kursi dengan tangan kiri mengapit rokok itu, menoleh. Menemukan Nindya yang kini duduk di lengan kursi sambil merangkul lehernya, membuat Brian jadi menggerakkan tangan kanannya untuk melingkari pinggang ramping sang kekasih usai mencium pundaknya sekilas. “Apa, Sayang?” “Kenapa ngerokok disini? Kok enggak tidur?” Semenjak satu setengah tahun yang lalu, Brian memang sudah membeli apartemen di tower yang sama dengan Jefran dan Gia. Apa lagi kala itu ia mendapatkan harga miring karena pemilik

