Bung Karno, sebuah nama legendaris di Indonesia. Kebesaran
namanya telah melampaui jasa-jasanya. Di mata pengagumnya, Bung
Karno, presiden RI pertama, hampir-hampir tidak memiliki sisi
negatif. Bahkan sebagian besar rakyat muslim pernah mengangkatnya
sebagai Ulil Amri Ad-Dharury bis Syaukah. Seorang sejarawan Arab,
bernama Dr. Abdullah Tal, mencoba meneropong sisi kehidupan
Soekarno dari prespektif yang sama sekali berbeda dengan yang kita
kenal selama ini. Selengkapnya, ikutilah tulisan beliau di bawah ini
yang kami terjemahkan dari kitab Al-’Afal Yahudiyah fi Ma’aqilil
Islami (Operasi Ular Berbisa di negara-negara Islam). Kitab ini
menyoroti sepak terjang pemimpin-pemimpin negara yang menjadi
agen-agen Zionis dan beroperasi di negara-negara Islam.
Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar kelima
setelah Cina, India, Uni Soviet dan Amerika Serikat. Indonesia
merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 3000 pulau lebih, yang
terbesar adalah Irian, Kalimantan, Sumatera, dan Jawa. Luas
wilayahnya mencapai 735.865 mil persegi
178) dan termasuk negeri
terkaya di dunia. Dalam pembahasan ini kami hendak
mengetengahkan bahaya yang dihadapi negeri besar ini, karena sepak
terjang Zionisme Internasional dan Komunis yang mencengkeram
negeri tersebut. Sembilan puluh persen dari penduduknya beragama
Islam. Islam tidak pernah menghadapi suatu tempat yang begitu
yang meram-pas negeri ini sejak abad ke-16.
18 Kolonial Belanda baru
keluar dari negeri ini setelah serbuan Jerman dan Jepang pada tahun
1942, dan angkatan perang Jepang berhasil menduduki seluruh
kepulauan Melayu, kemudian hengkang dari negeri ini pada tahun
1945 setelah Amerika menjatuhkan bom atomnya di Hiroshima,
sehingga mempercepat kemenangan Amerika dalam Perang Dunia ke
II ini.
Setengah abad pertama dari masa penjajahan Belanda selama
3,5 abad di Indonesia, Belanda mendapatkan perlawanan sengit dari
puluhan juta rakyat Muslim Indonesia yang miskin atas kekejaman
kolonialisme yang keji. Dalam masa perlawanan baik yang dilakukan
di bawah tanah maupun terang-terangan, muncullah tokoh-tokoh
pejuang Indonesia seperti Mohammad Hatta, Mohammad Natsir,
Mohammad Roem, Soekarno, Ahmad Soebardjo, Sjahrir, dan Kasman
Singodimedjo.
Sewaktu penjajahan Jepang, para tokoh di atas dan lain-lainnya
melakukan perlawanan secara rahasia terhadap Jepang, tetapi
Soekarno adalah salah satu tokoh yang mengajak bekerja sama dengan
angkatan perang penjajah Jepang, karena itu dia dianggap sebagai
tokoh yang moderat
19. Penjajah Belanda dan Jepang memaksa
Soekarno untuk menjadi juru bicaranya, dengan imbalan, Soekarno
diangkat sebagai tokoh utama lantaran kemampuannya yang luar
biasa dalam mem-pengaruhi pikiran publik. Ia dicintai oleh rakyat, dan
di depan namanya mereka tambahkan kata Ahmad, sehingga nama
lengkapnya menjadi Ahmad Soekarno. Hubungan Soekarno dengan
Islam sama persis sebagaimana Kemal Attaturk di Turki dengan Islam,
yang secara lahiriah menam-pakkan perhatiannya kepada Islam, tetapi
di balik itu, ia melakukan tipu daya terhadap rakyat dan ulama guna
memantapkan kekuasaan seperti yang diperbuat oleh Kemal Attaturk.
Begitulah yang dilakukan oleh Soekarno sejak ia memegang
kekuasaan di Indonesia sebagai presiden pada 23 Agustus 1945.
20
Soekarno dengan terang-terangan tidak mengacuhkan Islam dan
menyatakan perang terhadap partai-partai Islam dan menggalakkan
kemajuan partai Komunis serta badan-badan penyebaran Kristen
dengan biaya negara. Ringkasnya tindakan-tindakan Soekarno yang
busuk itu, telah menjerumuskan Indonesia ke dalam suasana kacau
dan kemelut yang terjadi dewasa ini, yaitu :
1. Sejak ia memegang kekuasaan telah meng-umumkan strategi
tipu dayanya yang pertama dengan menjadikan Pancasila sebagai
dasar dan filsafat negara bangsa Indonesia. Pancasila ini terdiri
dari ke-Tuhan-an yang Maha Esa, Kema-nusiaan, Kebangsaan,
Kedaulatan Rakyat, dan Keadilan Sosial. Kata-kata Pancasila ini
selalu diucapkan berulang-ulang oleh orang Indonesia yang
secara sepintas terlihat baik dan membawa “rahmat” tetapi pada
hakikatnya adalah racun yang ditebarkan oleh Soekarno untuk
tujuan menggalang kerja sama antara rakyat Indonesia yang 90%
Muslim dengan golongan-golongan lain, terutama sekali dengan
golongan Komunis dalam kedudukan yang sama. Alasannya
adalah, untuk menyatukan barisan nasional dalam menghadapi
tokoh-tokoh Pendeta Kristen Protestan yang bekerja di
lingkungan militer dengan gaji negara21. Pada masa Soekarno
dan dalam sejarah Islam pertama di Indonesia terjadi ribuan
orang Islam pindah ke agama Kristen dengan sepenge-tahuan
pemerintah Soekarno. Akibat dari politik ini, maka dengan cepat
jumlah orang Kristen mencapai lebih dari 5 Juta orang yang
berarti berlipat ganda sekian kali jumlahnya dibandingkan masa
penjajahan Belanda.
4. Soekarno menggalakkan Komunis dan mengelabui rakyat
Indonesia dengan doktrin Nasakom-nya guna menggalang kerja
sama antara kaum Muslimin dan golongan Komunis untuk melawan penjajah. Rakyat menerima ajakan pemim-pin besarnya,
karena mereka menganggap munculnya kolonialis baru yang
mengancam negeri mereka dan untuk menghadapi bahaya
penjajahan yang fatamorgana ini hanya bisa dilakukan dengan
cara bekerja sama antara golongan Islam dan golongan
Komunis
22. Dengan demikian golongan Komunis menjadi kuat
berkat bantuan pemerintah sendiri dan paham Komunis meresap
ke seluruh penjuru negeri, bahkan ke dalam tubuh militer
Indonesia sendiri. Para perwira yang Komunis memberikan
latihan militer kepada ribuan teman-teman Komunisnya untuk
menghadapi hari H.
23 Kerja sama antara Soekarno dan golongan
Komunis tidak lagi menjadi rahasia bagi setiap orang di
kekuatan kolonial.
2. Soekarno memecah belah kekuatan revolusioner yang
sebenarnya, terutama sekali partai Masyumi dan Syarikat Islam
yang merupakan kekuatan penentang penjajah Belanda dan
Jepang. Bahkan para tokoh utama dari pejuang-pejuang tersebut
dipenjarakan oleh Soekarno seperti Mohammad Natsir, mantan
Perdana Menteri setelah Prok-lamasi, Dr. Sjahrir, Ahmad
Soebardjo, mantan Menteri Luar Negeri, Burhanuddin Harahap,
mantan Perdana Menteri tahun 1955, Mohammad Roem, mantan
ketua delegasi perundingan Konferensi Meja Bundar tahun 1949
dan Menteri Pendidikan, karena Kementerian ini melarang
penerbitan buku dan selebaran-selebaran anti Komunis yang
begitu gencar di negeri ini. Beberapa tahun setelah Soekarno
memegang kekuasaan, teman-temannya yang dahulu berjuang
bersamanya, dijebloskan ke dalam penjara atau dikenai tahanan
rumah atau tahanan rumah sakit, karena mereka menghalangi
langkah Soekarno untuk menghancurkan Islam dan
menyerahkan Indonesia ke tangan Komunis serta golongan
Kristen.
3. Soekarno menggalakkan para misionaris untuk menyebarkan
Kristen dalam bentuk yang belum pernah terjadi sebelumnya,
sekalipun pada masa penjajahan Belanda yang berlangsung 300
tahun lebih. Pemerintah Soekarno turut mendanai badan-badan
misionaris Kristen bahkan ia mengijinkan Kristenisasi di
kalangan militer Indonesia atas biaya negara. Ada sebanyak 260
Indonesia maupun di luar negeri, kecuali mereka yang terbuai
oleh kelicikan Soekarno pada masa-masa perjuangan bawah
tanah dan terang-terangan di masa lalu. Patut diketahui bahwa
jumlah kaum Komunis telah berkembang menjadi 3 Juta lebih di
masa Soekarno padahal di zaman penjajahan Belanda hanya
beberapa ribu orang saja.
24
5. Soekarno melicinkan jalan bagi kolega-kolega Cina Komunis
untuk menguasai perekonomian negeri ini sehingga jumlah
orang-orang Cina yang menonjol semakin besar. Begitu juga
penyebaran majalah Yahudi yang dicetak di India dengan
beraninya disalurkan melalui Kedutaan India di Jakarta.
Soekarno melayani kepentingan Yahudi tidak secara langsung,
tetapi melalui partai Komunis yang menjadi kepanjangan tangan
dari gerakan Zionisme Yahudi Internasional. Adakah pelayanan
yang lebih besar bagi kepentingan Yahudi lebih dari upaya
menyerahkan negeri yang besar ini ke tangan golongan Komunis
dan menempatkan negeri ini di bawah pengaruh Komunis RRC
ataupun Komunis Rusia?
menyelesaikan urusan ini dan menyerahkan kekuasaan negara kepada
Partai Komunis, baru kemudian dia bisa dengan tenang menutup mata
untuk selamanya. Soekarno tidak perlu berpikir keras mencari solusi,
karena kolega-koleganya yang berpengalaman cukup lihai untuk
mencari solusi dan dalih sebagai justifikasi (pembenar). Mereka adalah
intelijen-intelijen yang pandai menciptakan kebohongan dan membuat
fitnah kepada tokoh-tokoh yang baik. Oleh karena itu, Soekarno
bersepakat dengan mereka untuk mengadakan revolusi sehingga kelak
kekuasaan pemerintah jatuh ke tangan mereka. Mereka lalu
mengadakan komplotan dan fitnah dengan menyebarkan tuduhan
bahwa ada beberapa jenderal Muslim yang berniat untuk
menggulingkan Soekarno. Komplotan yang palsu ini mendorong
perwira-perwira Komunis untuk melakukan tindakan dan menghabisi
sejumlah Jenderal serta teman dan pendukung mereka. Operasi
pemban-taian yang keji ini telah berlangsung dengan cara-cara yang
sangat mengerikan pada awal Oktober 1965. Bahkan salah seorang
puteri dari Jenderal tersebut mati ditembus oleh peluru kaum
Komunis, karena bapaknya yang Jenderal bersembunyi di belakang
tembok taman dan lepas dari maut.
Kaum Komunis membantai 6 orang Jenderal dalam satu waktu
dan mereka dapat menguasai angkatan udara serta sejumlah besar
kelompok militer. Mereka mengumumkan, bahwa mereka telah
melakukan pembunuhan tersebut demi menyelamatkan pemimpin
besar Soekarno dari usaha kudeta yang telah disiapkan oleh beberapa
Jenderal. Allah masih berkehendak untuk menye-lamatkan Negeri ini
dengan munculnya perlawanan yang dipimpin oleh Nasution, seorang
Hari H
Soekarno merasa bahwa ajalnya sudah hampir tiba, maka dia
tidak ingin mati sebelum dapat memberikan pelayanan terakhir yang
berharga kepada kolega Komunisnya. Ia menyadari bahwa sangat sulit
menjebol akar Islam bila dia telah mati. Karena itu dia ingin
Jenderal beragama Islam dan Soeharto sebagai koleganya. Komplotan
ini dapat dibasmi dan terungkap tipu daya serta kebohongannya.
cara komplotan ini melakukan pembasmian, teror, dan pembunuhan
massal yang tidak mengenal belas kasihan atau adab sopan dan adatistiadat.
Pada akhirnya terungkap apa yang sebebnarnya terjadi dan
membuat Soekarno jatuh dari kekuasaannya karena telah berkomplot
dengan Partai Komunis. Kemudian muncullah pemerintahan baru
untuk melakukan penertiban dan pemulihan keamanan. Peran
Soekarno di Indonesia akhirnya terungkap, dan ia tidak sanggup lagi
melindungi Partai Komunis untuk menutup kesalahannya yaitu
pengkhianatan dan tipu daya. Soekarno hanya dapat melakukan
pembelaan melalui pidato guna menyelamatkan apa yang masih dapat
diselamatkan dari reruntuhan komplotan Komunis dengan dirinya.
Suatu saat dia berpidato: ”Bahwa golongan-golongan yang
berusaha untuk menghabisi Partai Komunis di Indonesia ibaratnya
seperti orang yang berusaha mematahkan besi”. Saat yang lain dia
berpidato untuk meminta didirikan monumen bagi kaum Komunis
yang telah memberikan pengorbanan besar dalam perjuangan
kemerdekaan negeri ini.
25 Soekarno hari ini telah berada di ambang
sakaratul maut politiknya, yang kelak waktulah akan
mengungkapkannya sebelum ajalnya datang, apakah dia termasuk
dalam barisan pahlawan atau penghianat
Soekarno bukan orang bodoh atau dungu jika kita ingin
mengatakan, bahwa kebijakan-kebijakan yang dilakukannya adalah
dilandasi oleh niat baik, tetapi telah terjadi kesalahan di sana-sini.
Sesungguhnya dia adalah seorang yang amat lihai karena ia mampu
memainkan peran rahasia dan melayani kepentingan Yahudi
Internasional sepenuh hati, dan rasa tanggung jawab sekalipun dengan
mengorbankan masa lalunya dan masa kininya serta menghadapi
bahaya dalam hidupnya demi mensukseskan peran yang diletakkan di
atas pundaknya, dan menjalankan sandiwara di atas panggung sejarah
Indonesia. Karena sesungguhnya Soekarno adalah seorang keturunan
Yahudi suku Dunamah27.
Allah telah melindungi Indonesia dan rakyatnya yang Muslim
dan pemberani dan militernya yang ksatria yang telah berhasil
menghancurkan kekuatan Komunis terbesar di luar negara-negara
Komunis. (Diterjemahkan dari Al Af’’al Yahudiyah fii Ma’aqilil Islami,
Dr, Abdullah Tal, bab V, hal. 128-133, terbitan Al Maktab Al Islamy,
Beirut, 26 Agustus 1971)?