yang menggunakan senjata yang sama. Freemason menempatkan
dirinya sebagai musuh terhadap agama Masehi maupun agama Islam.
Pada tahun 1717 M gerakan rahasia ini menggelar seminar di London
di bawah pimpinan Anderson. Ia secara formal menjabat sebagai
kepala gereja Protestan, tetapi pada hakikatnya adalah seorang
Yahudi. Dalam seminar inilah gerakan rahasia tersebut memakai
nama Freemason sebagai nama barunya.
E. Awal Penyatuan Gerakan Zionis
Pada tahun 1895 orang-orang Yahudi meng-adakan kongres yang
pertama di kota Bale Swistzerland, dihadiri oleh anggotanya sekitar
300 orang yang mewakili 50 oganisasi Zionis yang bertebaran di
seluruh dunia. Pertemuan periodik semacam itu terus berlangsung dari
masa ke masa, di tempat yang dipandang cocok oleh pimpinan mereka.
Tujuannya ialah menganalisa strategi mereka yang akan dilancarkan
demi mencapai maksud. Pada kongres mereka yang pertama itu
mereka telah meletakkan satu garis strategi yang amat rahasia, yaitu
penghancuran seluruh dunia dan menjadikannya b***k-b***k Zionis.
Setelah itu mereka akan mendirikan pemerintahan Zionis Internasional dengan ibukotanya El-Quds (Yerusalem) pada periode
pertama, yang akan berakhir di Roma. Keputusan ini dituang dengan
amat rahasia tetapi Allah berkehendak lain. Seorang wanita Perancis
(anggota gerakan Freemasonry) berhasil mengintip pertemuan rahasia
itu dan dibongkarlah fitnah itu. Wanita itu berhasil mencuri sebagian
dari keputusan kongres itu dan membawanya lari ke Rusia. Dokumen
itu diserahkan kepada Alexis Nicolai Niefnitus, tokoh pimpinan Rusia
Timur di zaman Kaisar.
Pada tahun 1901 dokumen itu diserahkan kepada seorang
pendeta gereja Orthodox yang bernama Prof. Sergyei Nilus, kemudian
dianalisa dengan cermat dan dicocokkan dengan situasi saat itu.
Mereka menjadi sadar akan bahaya yang amat besar apabila kaum
Zionis berhasil melaksanakan rencana jahat mereka. Estimasi para
ahli Rusia itu antara lain :
1. Keruntuhan Kekaisaran Rusia dan diganti dengan pemerintahan
komunis.
2. Kembalinya orang-orang Yahudi ke Palestina.
3. Pecahnya perang dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah,
dimana yang kalah maupun yang menang sama-sama rugi.
4. Tersebarnya kerusakan dan kekafiran di persada bumi dan lain-lain.
Pada tahun 1902 dokumen rahasia Zionis itu diterbitkan dalam
bentuk buku berbahasa Rusia oleh Prof. Nilus dengan judul
“PROTOKOLAT ZIONISME”. Dalam kata pengantarnya Prof. Nilus
berseru kepada bangsanya agar berhati-hati akan satu bahaya yang
belum terjadi. Dengan seruan itu terbongkarlah niat jahat Yahudi, dan
hura-hura pun tak bisa dikendalikan lagi, dimana saat itu telah
terbantai lebih kurang 10.000 orang Yahudi. Theodor Herzl, tokoh
Zionis Internasional berteriak geram atas terbongkarnya Protokolat
mereka yang amat rahasia itu, karena tercuri dari pusat penyimpanannya yang dirahasiakan, dan penyebar-luasannya sebelum
saatnya akan membawa ben-cana. Peristiwa pembantaian atas orang
orang Yahudi itu mereka rahasiakan. Lalu mereka ber-gegas membeli
dan memborong habis semua buku itu dari toko-toko buku. Untuk itu,
mereka tidak segan-segan membuang biaya apa saja yang ada, seperti ;
emas, perak, wanita, dan sarana apa saja, asal naskah-naskah itu bisa
disita oleh mereka. Mereka menggunakan semua pengaruhnya di
Inggris, supaya Inggris mau menekan Rusia untuk menghentikan
pembantaian terhadap orang-orang Yahudi di sana. Semua itu bisa
terlaksana setelah usaha yang amat berat.
Pada tahun 1905 kembali Prof. Nilus mencetak ulang buku itu
dengan amat cepat dan meng-herankan. Pada tahun 1917 kembali
dicetak lagi, akan tetapi para pendukung Bolshvic menyita buku
protokolat itu dan melarangnya sampai saat ini. Namun sebuah
naskah lolos dari Rusia dan diselun-dupkan ke Inggris oleh seorang
wartawan surat kabar Inggris The Morning Post yang bernama Victor
E. Marsden dalam usahanya memuat berita revolusi Rusia. Ia segera
mencarinya di perpustakaan Inggris, maka didapatinya estimasi
tentang akan terjadinya revolusi komunis. Ini sebelum lima belas
tahun terjadi, yakni di tahun 1901. Kemudian wartawan itu
menterjemahkan Protokolat Zionis itu ke dalam bahasa Inggris dan
dicetak pada tahun 1912. Hingga kini tidak ada satu pun penerbit di
Inggris yang berani mencetak Protokolat Zionis itu, karena kuatnya
pengaruh mereka di sana. Demikian pula terjadi di Amerika.
Kemudian buku itu muncul dicetak di Jerman pada tahun 1919 dan
tersebar luas ke beberapa negara. Akhirnya buku itu diterjemahkan ke
dalam bahasa Arab, antara lain oleh Muhammad Khalifah At-Tunisi
dan dimuat dalam majalah Mimbarusy-Syarq tahun 1950. Perlu
diketahui, bahwa tidak ada orang yang berani mempublikasikan
Protokolat itu, kecuali ia berani menghadapi tantangan dan kritik
pedas pada koran-koran mereka, sebagaimana yang dialami oleh
penerjemah ke dalam bahasa Arab yang dikecam dalam dua koran
berbahasa Perancis yang terbit di Mesir.
Di antaranya pengamatan kita tentang Protokolat itu, kita
ketahui sarana yang mereka gunakan dalam usaha mereka yang amat
serius untuk menghancurkan dunia. Banyak di antara yang berminat
menganalisa Protokolat itu berhasil di Barat. Dari situ mereka
mengetahui dengan jelas, apa yang sesungguhnya dikerjakan oleh
orang-orang Yahudi Zionis untuk mencapai cita-citanya, khususnya di
dunia Arab, yang kondisinya sekarang ini menghadapi berbagai
kesulitan dalam kehidupan. Banyak organisasi yang berkedok
Nasionalis mempengaruhi para pemimpin kita, atau ikut
menggariskan landasan bagi masyarakat kita, yang pada hakikatnya
adalah kaki-tangan Zionis yang bekerja menghancurkan kubu-kubu
kita dari dalam. Tujuannya tiada lain ialah agar kita menyerah kepada
Zionis Internasional, sebagai-mana negara-negara Barat yang salibis
terlebih dahulu menyerah di bawah pengaruh mereka.
Adakalanya organisasi itu murni produk salib-isme pendengki,
atau mungkin juga produk oknum-oknum mereka yang sudah terbius,
sehingga mereka tidak sadar telah ikut serta menyukseskan tujuan
Zionis. Aku telah berusaha keras untuk mengungkapkan kedok mereka
yang terjaring oleh organisasi-organisasi itu, untuk mengetahui
sumber pengaruh yang dipakainya. Aku mulai dari titik subversi yang
akan menanamkan pengaruh yang kuat di dunia Islam, sampai ke
tingkat seluruh sarana kehidupan, dan juga menyangkut orang yang
paling membenci Yahudi sekali pun, yang tidak mustahil menjadi
antek Zionis tanpa harus menerima upah sesen pun. Aku tidak
membang-gakan diriku sebagai orang yang paling mengerti. Banyak
pula di kalangan intelektual dan wartawan yang lebih faham tentang
metode Zionisme, tetapi tidak sedikit siaran radio yang
mengumandangkan suara mereka di samping penulisan-penulisan di
media pers. Inilah yang amat mengherankan dan mengandung tanda
tanya besar. Anehnya, para penanggung-jawab itu tidak melancarkan
jihad kepada mereka di semua lapangan kehidupan.
Lebih mengherankan lagi ialah masih adanya pemimpin yang
berkedok pembaharu yang mau dipaksakan menjalankan konsepkonsep Zionis dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan
rakyatnya sendiri. Inilah bahaya yang amat besar yang apabila kita
tidak waspada bisa menjebak kita masuk ke lingkaran mata rantai
Zionisme Inter-nasional. Lewat siasat inilah mereka mengharapkan
kemenangan mutlak?