90.90: Ninety

2494 Kata

Jefri berdiri di halaman rumah sakit dengan menyalakan rokoknya di sana, pemuda itu mendecak samar masih merasa perih pada wajahnya karena perkelahian tadi. Sebenarnya punggungnya cedera karena dibanting kuat di dinding tembok. Tapi, karena ia malas untuk kembali dirawat di rumah sakit membuat ia menahannya saja daripada harus mendekam di tempat yang berbau obat-obatan itu. Pemuda itu pun menaikan alisnya tinggi saat melihat mobil ambulans terdengar dari jauh membuat ia menegakan tubuhnya kaget. Bukannya semua orang yang terlibat dalam perkelahian di terowongan tadi sudah berada di dalam semua. Sudah dirawat sedari tadi karena memang Jefri sendiri yang merasa risih dan memilih keluar saking banyaknya orang di dalam sana yang sedang terluka.  Tempat tadi yang berisiknya minta ampun dan be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN