94.94: Ninety Four

1643 Kata

Pemuda itu mendecak samar dengan memandang ke arah Mr. Christ yang  sudah beranjak dari sofa hendak melangkah ke dapur untuk masak. Malam itu ia datang berkunjung ke apartemennya Mr. Christ sekalian mau numpang makan malam. Tapi, sayangnya pria jangkung itu hanya punya buah di lemari esnya. Tidak ada bahan makanan yang bisa dimasaka. Padahal Syahid kelaparan setengah mati, di rumah tidak ada Syaqila jadi  ia harus berusaha memasak makanan sendiri. Mau ke rumah Arrayan tapi terlihat lampu rumah sudah dimatikan tanda mereka sudah tertidur. Abba juga menginap di sana untuk beberapa hari, karena tidak ada yang bisa merawat Abba. “Kenapa gak pesan makanan aja , sih? Gue mau makan nasi padang,” ujarnya membuat Mr. Christ yang sedang memotong buah meggelengkan kepalanya pelan. “Tuan sudah terl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN