Pemuda itu mendecak samar dengan memandang ke arah Mr. Christ yang sudah beranjak dari sofa hendak melangkah ke dapur untuk masak. Malam itu ia datang berkunjung ke apartemennya Mr. Christ sekalian mau numpang makan malam. Tapi, sayangnya pria jangkung itu hanya punya buah di lemari esnya. Tidak ada bahan makanan yang bisa dimasaka. Padahal Syahid kelaparan setengah mati, di rumah tidak ada Syaqila jadi ia harus berusaha memasak makanan sendiri. Mau ke rumah Arrayan tapi terlihat lampu rumah sudah dimatikan tanda mereka sudah tertidur. Abba juga menginap di sana untuk beberapa hari, karena tidak ada yang bisa merawat Abba. “Kenapa gak pesan makanan aja , sih? Gue mau makan nasi padang,” ujarnya membuat Mr. Christ yang sedang memotong buah meggelengkan kepalanya pelan. “Tuan sudah terl

