96.96: Ninety Six

1489 Kata

Pemuda itu masih berdiri dengan mengatupkan bibirnya rapat membuat sosok berambut panjang di sampingnya menggigit bibit sembari berusaha menghindari tatapan Syahid yang terasa mengintimidasi. Padahal ia ke rumah sakit tujuannya bukan untuk bertemu pemuda ini ataupun menangkap basah Omanya yang memberanikan diri kembali datang menemui ketiga cucunya. Ia hanya ingin datang untuk memeriksa keadaannya sendiri. "Ja–jangan khawatir soal Oma, aku akan pastiin Oma gak akan ganggu kalian lagi," kata Iris masih menurunkan pandangannya, tidak berani langsung bertatapan dengan pemuda tinggi di hadapannya itu. Syahid masih enggan membuka mulut, hanya menatap lurus Iris yang berulang kali mengalihkan pandangannya saat tidak sengaja tertangkap basah melirik ke arah pemuda berahang kokoh itu. "Kalau be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN