73.73: Seventy Three

2480 Kata

Pemuda jangkung itu mengerjapkan matanya samar memandangi Syahir yang masih berbaring di atas ranjangnya. Setelah beberapa hari yang lalu mengamuk dan melempari semua barang-barang yang ada di dalam ruangannya karena terlalu frustasi mendengar kabar kalau ia kembali mengalami buta lagi. Begitu yang dijelaskan oleh dokter. Syahid yang kini duduk menempelkan punggung pada kepala sofa jadi menghela kasar. Sudah menggelengkan kepalanya heran, melihat sikap Syahir yang kini berubah seratus delapan puluh derajat. Bahkan, kembarannya itu sudah kembali tersenyum seperti biasa seperti tidak terjadi apa-apa. Kemarin saja Syahir masih bisa-bisanya menggendong Erisa dengan alasan kalau kaki cewek itu sedang keseleo. Ia mencemaskan keadaan Erisa yang tidak seberapa dan malah mengacuhkan keadaannya se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN