Romeo terlihat melangkah keluar Villa, berjalan ke halaman sembari menguap kecil. Tangannya bergerak kecil menaikan kacamatanya yang hampir melorot. Cowok berpipi bulat itu berbinar memandangi pemandangan pagi hari yang terlihat menyatu dengan alam. Di sekitar Villa pun banyak pohon besar dan di atas sana juga terlihat gunung yang nampak seperti background Villa ini. Romeo kembali berjalan ke arah halaman belakang dan langsung tersenyum saat melihat ayahnya Syahid sedang duduk di sana dengan menikmati secangkir teh hangat dan juga kue di dalam piring. Romeo pun mendekat dengan berdehem samar sebagai sapaan membuat pria di depannya itu menolehkan kepala ke arahnya. "Romeo? Sini, nak." Panggilnya ramah dengan melambaikan tangannya, Romeo yang melihat itu sontak tersenyum merasa senang den

