92.92: Ninety Two

1867 Kata

Gadis berambut panjang terurai itu melangkah keluar dari mobil sembari bergegas masuk ke dalam rumah. Ia menganggukan kepalanya ramah saat satpam rumahnya menyapanya di depan pintu. Baru selesai membuat kopi hendak pergi ke pos jaganya, kembali melanjutkan kerjaan yang tertunda. "Non Iris mau langsung makan siang atau mau mandi dulu?" Tanya Bu Astri, asisten rumah tangganya sudah mendekat dan meraih ransel gadis itu, "nanti malam aja, bu." Balasnya tersenyum dengan kembali mengambil ransel putihnya dan menentengnya masuk ke dalam kamarnya yang letaknya di dekat tangga. "Ibu potongin buah ya baru nanti diantarin ke kamarnya non Iris?" Iris mengangguk saja dengan tersenyum samar, lalu melenggak masuk ke dalam kamar sembari menyempatkan menutup pintu kamar rapat. Gadis itu menyampirkan ran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN