Venus meletakkan buku diary Ralisa di atas meja tamu. Muti dan Della bersamaan melihat buku itu dengan kening mengkerut. “Itu punya siapa, Ven?” tanya Muti. Pertanyaan serupa yang akan diajukan oleh Della. “Buku diary Ralisa,” jawabnya. Muti dan Della hanya melihat buku itu tanpa berani menyentuhnya. Sedangkan Shani menatap mereka satu-persatu, mengerti apa yang ada di dalam pikiran kedua temannya itu. “Kami menemukan buku diary Ralisa di apartemennya. Sepertinya ini sengaja disimpan di sana agar kita bisa mengungkap kematiannya,” ujar Shani. “Apa kalian sudah dapat petunjuk baru?” tanya Muti. Shani menggeleng tegas. “Mencoba mengungkap dan menyelidiki kasus kematian seseorang yang nyatanya orang itu masih hidup, sangat sulit dilakukan.” Muti tak bisa berkata lagi, tapi ia juga bi

