Dalam sujud panjang, Shani menangisi apa yang telah terjadi padanya. Mungkinkah ia akan terus mengalami hal yang menakutkan di dalam hidupnya? Apakah Shani tidak akan bisa lagi berkumpul dengan keluarga tercintanya karena suatu pekerjaan yang belum pernah ia kerjakan selama ini. Ia telah memusatkan pikiran pada pekerjaannya yang ia dapatkan saat lulus kuliah dulu. Namun, kenyataan berkata lain. Shani harus mencoba pekerjaan baru yang terus-terusan mengancam nyawanya. Meski sudah berusaha untuk menghindar, tapi Shani tak mampu untuk berkata tidak. Gadis itu segera bangkit setelah menyelesaikan shalatnya dan berdoa. Shani melipat mukena dan meletakkan di atas kasur. Sesuai dengan permintaan Muti tadi, ia bergegas ke kamarnya karena penasaran dengan apa yang akan dikatakan sahabatnya itu.

