“Apa yang akan kamu lakukan sekarang?” tanya Tiara. Muti menunduk, tangannya meremas rambutnya dengan kuat. Ia merasa pusing dengan masalah yang menghampiri Shani. Sebagai seorang sahabat, Muti tak ingin sesuatu mencelakai sahabatnya sendiri, terlebih lagi dia dan Shani sudah seperti saudara kandung. “Entah apa kesalahan Shani, kenapa ada orang yang tega menjahatinya seperti ini. Yang aku tahu Shani adalah gadis yang baik, dia nggak pernah jahat pada orang lain.” Muti mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan, kemudian merebahkan diri di atas kasur Tiara. “Aku juga bingung dengan maksud dan tujuan orang itu. Tapi, aku penasaran dengan pria yang bekerja sama dengan atasanmu. Apa kamu tahu pria itu?” tanya Tiara. Muti menggeleng, kemudian bangkit dari rebahannya. “Aku nggak tahu sia

