Tiara mondar-mandir nggak jelas di halaman indekos. Wajahnya terlihat kusut dan khawatir. Sudah pukul sembilan malam dan Muti belum juga terlihat batang hidungnya. Tiara terus berusaha untuk menghubungi gadis itu, namun nihil. Ponsel Muti tidak aktif sejak ia memutuskan untuk ke luar. “Mut, kamu di mana, sih,” ujar Tiara terlihat sedikit ketakutan. Ia spontan menutup matanya dengan telapak tangan saat cahaya lampu mobil erang menyinari halaman indekos. Tiara memicingkan mata, melihat siapa yang turun dari mobil itu. Ia menarik napas panjang, menghampiri wanita dan pria yang baru saja ke luar dari mobil. “Muti hilang, Shan,” ujarnya panik. Shani yang baru pulang setelah melakukan tugasnya itu pun tak mengerti dengan ucapan Tiara. “Maksud kamu apa, Ra?” “Muti dari tadi belum pulang, Sh

