“Wanita itu sepertinya curiga padaku. Dia terus-terusan mengatakan hal yang tidak masuk akal.” Seorang pria berwajah tampan, tengah duduk di hadapan wanita tua yang menatapnya tajam. Ia harus menyelesaikan misi ini sebelum kembali ke Rusia. Beberapa hal yang telah direncanakan tak boleh sampai gagal. “Berapa kali harus kukatankan untuk berhati-hati dalam bertindak. Saat ini kita diawasi karena kasusnya Ralisa, jangan sampai ceroboh.” Wanita berujar geram, kesalahan dari anggota timnya membuat identitas mereka hampir dikenali. “Maaf, Buk. Selain Shani yang kita sibukkan untuk menyelidiki kasus Ralisa, ada Muti yang berusaha untuk menahan langkah kami.” Pria lain ikut bersuara. “Muti bukan rintangan terbesar bagi kita. Dia tidak akan berani bertindak sendirian.” “Jangan pernah meremehka

