Muti POV Dia berjalan menghampiriku dengan gagah berani, menunjukkan raut wajah tak senang. Sepertinya dia telah mendengar apa yang aku bicarakan di telepon. Mungkinkah dia datang untuk menemui mantan pacar yang dia tinggalkan dulu? Atau pria itu tahu tentang rencananya yang telah sampai ke telingaku sendiri? “Sastra?” Dia berhenti tepat di hadapan, menatapku tajam akan tetapi terpancar cahaya kerinduan di matanya. Bukan untukku, melainkan untuk Shani. Dia seperti ingin mengatakan sesuatu, namun tertahan. “Kapan kamu kembali? Apa Shani tahu kepulanganmu?” tanyaku. Dia mengerutkan kening, tak mengerti maksud perkataanku. “Maksudnya?” tanya pria itu menatvpku. Entah dia sedang berbohong saat ini dan pura-pura tak mengenaliku, atau dia beneran bukan Sastra dan hanya orang yang mirip de

