Setelah menyelesaikan semua administrasi, Venus dan Shani menuju parkiran. Namun, baru saja kaki mereka melangkah keluar dari pintu rumah sakit, polisi sudah terlebih dahulu mengepung mereka dan membuat orang-orang yang ada di sekitar rumah sakit menatap mereka dengan tatapan aneh. “Ada apa ini?” tanya Venus pada salah satu oknum polisi yang menghampirinya. “Kami baru saja dapat laporan mengenai pelaku yang membunuh saudari Laura,” jawabnya. Kening Venus mengkerut. “Laura siapa? Apa hubungannya dengan kami?” Shani yang berdiri di samping Venus tampak biasa saja. Ekspresinya sama sekali tidak menandakan adanya reaksi terkejut. Ia sudah tahu ini akan terjadi, dirinya pasti difitnah telah melenyapkan nyawa seseorang. “Saudari Shani, bisa ikut dengan kami ke kantor untuk memberikan ketera

