Venus dan Shani terbaring lemah dalam ruangan berbeda di rumah sakit terbesar yang ada di Jakarta. Sementara itu Ghani dan Muti menunggui mereka di ruangan yang berbeda dengan perasaan gelisah. Muti masih gemetar, ia menyaksikan sendiri bagaimana peluru itu masuk ke dalam tubuh Shani. Muti tak henti-hentinya menangis, mengingat pengkhianatan yang dilakukan oleh sepupu Shani. Tiara tampak berlari dengan wajah khawatir, menghampiri Muti yang kemudian berhamburan memeluknya. “Sabar, Mut. Shani akan baik-baik saja.” Tiara mengusap punggung Muti. Mereka sama-sama menangis dalam pelukan. Venus yang tertembk bagian dadanya tampak terbaring lemah. Sudah dua hari ia koma. Wajahnya yang tampan terlihat pucat, bibirnya sedikit membiru. Dokter bilang, untung saja peluru tidak menyerempet ke jantung

