“Ada apa pagi-pagi sekali datang ke sini?” tanya Bu Firma saat memasuki ruangannya dan melihat pria itu di sana. Ia berbalik, tersenyum menghampiri Bu Firma dengan tangan yang terbuka lebar. Berbeda dengan atasan Shani itu, ia malah menatap pria itu dengan tatapan datar. “Tante apa kabar? Aku sangat merindukan Tante, makanya aku datang ke sini,” jawabnya. Bu Firma melangkah menuju meja kerjanya, meletakkan tas dan kemudian duduk di kursinya. “Jika hanya itu alasanmu, kamu bisa menghubungiku lewat telpon. Nggak perlu datang ke sini.” “Kenapa memangnya? Bawahanmu tidak tahu hubungan kita ‘kan?” ucap pria itu sedikit bingung. “Jangan kamu pikir mereka bodoh! Melihat orang asing di sini tentu sudah menjadi tanda tanya besar bagi mereka.” Bu Firma menatap pria itu tajam, membuat nyalinya k

