Langit terlihat mendung, matahari yang tadinya terik menghilang di balik awan hitam pekat yang siap menumpahkan isinya. Venus bergegas membawa Shani ke rumah sakit karena takut akan kondisi gadis itu. Venus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera tiba di tempat tujuan. Ia sama sekali tak peduli dengan rintangan yang ada di jalanan, yang terpenting bagi Venus adalah Shani bisa mendapatkan perawatan secepatnya. Mobil Venus berhenti tepat waktu di teras rumah sakit. Pria itu segera turun dan memanggil beberapa perawat untuk menolong Shani. Setelah itu mereka mendorong bad pasien menuju ruang ICU. Dokter masuk dan meminta Venus untuk menunggu diluar. Pria itu menuruti dan memilih duduk di kursi tunggu. Sepuluh menit berlalu, dokter yang memeriksa Shani pun keluar. “Bagaimana

